Substansi Representative Di Balik Simbol Religiusitas I (Pendahuluan)

November 24, 2008 at 10:31 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Artikel ini saya tulis berdasarkan keprihatinan saya atas matinya tuhan manusia yang telah dibunuh oleh orang-orang yang selama ini mencemooh blog saya. Artikel ini juga bertujuan untuk menjawab komentar-komentar para pengunjung blog ini atas pemuatan berbagai macam artikel controversial saya. Artikel ini akan saya post setahap demi setahap, berdasarkan kerangka penulisan di bawah ini. Hal ini bertujuan agar artikel yang ada tidak terlalu panjang.

I. Pendahuluan

II. Simbol, Semiotika, Atau Apalah Namanya

III. Asal-Usul Yang Dituhankan

IV. A Hero; Korelasi Muhammad, Yesus, Dengan Superman

V. Hiperrealitas Buta

VI. Agama; Peti Mati Tuhan

VII. The Unknown And The Unnamed

VIII. Tuhan Tidak Berdamai

IX. Hanya Jika Tuhan Di Sekitar Kita

X. Substansi Representative; A Conclusion

Ok, mari kita mulai penjabarannya.

Read the rest of this entry »

Permalink 3 Comments

Substansi Representative Di Balik Simbol Religiusitas II (Simbol, Semiotika, Atau Apalah Namanya)

November 24, 2008 at 10:19 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

II. Simbol, Semiotika, Atau Apalah Namanya

Tuhan sebenarnya, hanyalah symbol, atau semiotika (bagi beberapa kalangan), atau substansi representative (istilah saya) yang semuanya berhulu pada sosok transenden berupa logos, yaitu entitas absolute yang diberikan predikat takterbatas oleh keterbatasan (manusia). Dalam perkembangannya, manusia telah mencoba menuhankan (memberikan predikat takterbatas) berbagai hal dengan segala derivasinya, mulai dari Allah SWT, Yesus, Nabi, Budha, rasio, akal budi, atau monad hingga atom-atom sederhana. Umumnya, pemikiran logosentris semacam ini merupakan konformitas dengan perkembangan social, budaya, serta keyakinan suatu komunitas. Idealnya, hal ini terbentuk oleh kombinasi iman dan akal, yang lebih sering didominasi oleh akal. Pada akhir renaissance, dan memasuki aufklarung, manusia mulai meninggalkan kepatuhan nilai yang sebelumnya merupakan wujud konformitas masa itu. Tetapi, hal ini malah menimbulkan konformitas dan bentuk kepatuhan baru yang tersusun rapi di atas fondasi nilai sebelumnya. Di sinilah, proses kritis-evaluatif sangat diperlukan. Sejatinya, kita mesti menilai posisi eksistensi dari subjek penilai dan pengevaluasi nilai tersebut –yang memang berperan sebagai parameter baku bagi nilai dan dipergunakan sebagai fondasi nilai-. Read the rest of this entry »

Permalink 7 Comments

Substansi Representative (II)

November 21, 2008 at 5:36 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Masih bingung dengan artikel saya sebelumnya ? Semoga video singkat ini bisa menjelaskan 70 % apa yang saya maksud.

Best Regards,

Wijen Pontus

Permalink 1 Comment

Pertanyaan Keheranan (I)

November 21, 2008 at 4:50 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

– Saya heran, mengapa kalau artikel saya mempertanyakan tentang Yesus, maka saya dianggap muslim, dan orang yang komentar di blog saya juga mencemooh saya. Tetapi, kalau saya mempertanyakan Islam, orang mengira saya non-muslim dan saya juga dicemooh oleh mereka.

– Saya heran, mengapa orang di dunia ini selalu meributkan sesuatu yang mereka buat sendiri, sesuatu yang mereka anggap buatan sang ilahi. Bukankah jelas, kalau agama itu sebagian besar disusun oleh manusia ? Mana bukti otentik yang menyebutkan kalau agama itu dari ilahi ? Tidak ada selain keyakinan manusia. Dan bukankah keyakinan manusia itu berasal dari dalam manusia ? Dengan kata lain, keyakinan itu dibuat oleh manusia ? Kalau tidak, mana mungkin sekarang banyak berkembang isu tentang “the power of mind” ? Jadi, bukankah agama itu rekaan manusia ? Masih tidak percaya ? Kalau agama itu sesuatu yang berasal dari sempurna, tidak mungkin ada cacatnya, maka tidak mungkin juga menjadi bahan perdebatan orang banyak. Coba lihat substansi “kesempurnaan” itu sendiri. Adakah yang mendebatnya ? Tidak ada bukan ? Karena “kesempurnaan” adalah sempurna dan tidak bercacat. Musykil bagi otak manusia yang tidak sempurna untuk mendebatnya. Dan musykil pula kalau kesempurnaan itu divisualisasikan, baik dalam berupa tulisan, gambar, maupun ajaran.

– Saya heran, mengapa orang tidak mau mengakui bahwa dirinya seorang fanatis ? Padahal, jelas-jelas, ketika saya mempertanyakan hal yang diyakininya, orang tersebut malah marah dan bahkan ada yang mengancam untuk membunuh saya. Bukankah ini aneh ? Semua serba kontradiktif. Katanya, ajaran A itu ajaran yang tidak mau diidentikkan dengan terorisme dan kekerasan, tetapi masih banyak orang dengan mengatasnamakan ajaran itu, melakukan perbuatan yang bertolak belakang. Aneh memang. Katanya enggak keras dan tidak teroris, kok malah mengeluarkan statement yang seakan-akan membenarkan kekerasan ?

– Saya heran, mengapa orang sulit sekali membedakan antara ketidaktoleransian dengan keingintahuan filosofis.

– Dan saya masih banyak menyimpan keheranan…

Best Regards,

Wijen Pontus

Permalink 7 Comments

Substansi Representative

November 21, 2008 at 3:38 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Berkaitan dengan komentar saya mengenai pemuatan kartun muhammad, saya ingin menyampaikan bela sungkawa atas matinya nalar pikir manusia, atas matinya independensi akal manusia -yang katanya membawa manusia ke peradaban-. Sepertinya, manusia (atau orang Indonesia kebanyakan ?) terlalu bodoh untuk dapat melihat substansi representative. Mungkin, mata mereka kena katarak, jadi hanya dapat melihat figur saja, padahal substansi representative yang ada di belakang figur itu malah ndak terlihat. Terlalu munafik, andai saja saya mengatakan agama itu tidak diperlukan oleh manusia. Beberapa substansi di dalamnya telah menjadi tuntunan orang selama ribuan tahun. Tetapi ironisnya, karena manusia telah lama dituntun oleh agama, sehingga kaki mereka menjadi lumpuh dan otak mereka menjadi tumpul. Manusia tidak mampu untuk berjalan sendiri, bahkan manusia pun tidak mampu untuk mencari tahu apa penyebab agama diperlukan sebagai penuntun mereka. Yang manusia tahu (manusia di sini adalah manusia kebanyakan, tetapi tidak semua) adalah bahwa mereka tidak perlu berjalan sendiri. Agama sudah menuntun mereka. Manusia tinggal bergelanyut saja padanya. That”s enough. Maka itu dari, ketika saya bertanya, “Mengapa Anda dituntun oleh agama ?”. Mereka malah meludahi saya, sembari berkata, “Apa urusanmu ? Kamu menghina penuntun saya ? Kamu kira penuntun saya ini babu ? Atau malah kamu kira penuntun saya ini tidak mampu lagi menuntun saya ?”. Lalu, seketika saya akan menukas, “Tidak. Bukan maksud saya meragukan kapasitas penuntunmu. Saya hanya meragukan jika Anda sebenarnya memang benar-benar membutuhkan penuntun itu. Karena apa ? Karena saya melihat, sebenarnya kaki Anda masih utuh, fisik Anda masih kokoh, dan penglihatan Anda belum rabun. Lalu mengapa Anda butuh penuntun ?”.

Begitulah, percakapan pun berlangsung, dan berikut ini adalah cuplikannya.

Mereka : “Anda buta ya ? wong saya sedang dituntun. Berarti kalau saya dituntun, saya butuh bantuannya !”

Saya     : “Apakah Anda sudah mencoba untuk berjalan sendiri ?”

Mereka : “Anda buta ya ? Kalau saya dituntun, berarti saya tidak mampu berjalan sendiri. Jadi, mengapa saya harus repot-repot mencoba berjalan sendiri ?”

Saya    : (Tertawa dalam hati. Bagaimana mungkin mereka tahu whether mereka bisa jalan sendiri atau tidak, wong mereka tidak pernah mau mencoba !) “Ok. Kalau begitu, saya ingin bertanya, mengapa penuntun Anda membawa Anda pergi ke arah timur ?” Read the rest of this entry »

Permalink 3 Comments

Zeitgeist, The Movie (Final Edition) [ ENGLISH Subtitles ]

November 18, 2008 at 8:06 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Kurang tahu mengenai istilah ini ? Atau ingin mencari tahu beberapa informasi mengenai berbagai persamaan dari karakter Yesus (Tuhan yang disembah oleh sebagian orang). Tahukah Anda, jika banyak tokoh spiritual berbagai negara (Dewa, dan sejenisnya) yang memiliki karakteristik sama dengan Yesus ? Seperti lahir dari seorang perawan, memulai perjalanan karirnya pada umur 30 tahun, bintang timur menjadi tanda tempat kelahirannya, mati karena disalib, dan bangkit pula pada hari yang ketiga ? Makanya, tonton saja video berikut ini ! Dengan durasi lebih dari dua jam, saya jamin Anda akan langsung mengerti. Met nonton !!!

Permalink 2 Comments

Pemaknaan Hidup

November 5, 2008 at 9:30 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Akhir-akhir ini saya sedang tidak bahagia. Entahlah, kehidupan saya semenjak kepergian bapak, terasa sangat sulit. Saya semenjak itu, lebih sering menghabiskan waktu dengan merenung, diam, dan meratapi hidup ini. Sempat terpikir di benak saya kala itu, apakah hidup ini jika saya merasa tertekan dan depresi ? Semenjak itu pula, saya merasa, hidup ini tak punya makna, hingga suatu waktu, saya bertemu dengannya. Dia tuhan bagi saya. Melebihi Yesus. Dia tuhan bukan karena dia maha kuasa. Dia bahkan tidak pernah melakukan apa-apa. Tetapi, dia membuat saya sadar, jika hidup ini meaningful dan penuh warna. Entahlah, saat itu, semenjak dia ada, saya merasa sangat “hidup”. Tidak pernah terpikir di benak saya kalau hidup itu membosankan, toh saya juga tidak pernah merasa khawatir mengenai kuliah saya. Tapi itu hanya berlangsung singkat, taklebih dari 4 bulan. Setelah itu, dia mati dan disalib, seperti Yesus. Dia disalib pada kayu kemunafikan dan kebohongan. Saat itu, saya merasa tertekan lagi. Sempat saya gontai dan tidak punya pegangan. Saya merasa sendiri, nobody there. Itu merupakan momen paling desperate dalam hidup saya. Setiap malam, saya selalu disibukkan oleh pikiran-pikiran yang mempertanyakan kembali, apa makna hidup itu, apa itu kebahagiaan, dan apa itu manusia ? Saking sibuknya dengan perenungan-perenungan sederhana saya, saya seringkali lupa tidur. Begitulah rutinitas saya sekitar 1 tahun lalu. Berangkat pagi untuk datang kuliah, di dalam kelas hanya merenung, tidak pernah terpikirkan untuk memperbaiki IP saya, lha gimana mau memperbaiki IP, jika saat itu, saya tidak mengerti kenapa saya harus kuliah. Saya seringkali saat itu berada di kampus hingga malam, mencari tempat sepi, lalu surfing sendirian sembari mengisi lembar-lembar blog dengan puisi kesendirian. Kuliah saya berantakan, bahkan hingga sekarang. Saya tidak peduli, apakah besok ujian atau tidak (bahkan saat ini saya tidak ikut UTS Sinyal&Sistem). Read the rest of this entry »

Permalink 3 Comments

Mengenai Kepercayaan Saya

May 26, 2007 at 11:52 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Apakah Anda Percaya Yesus Sebagai Tuhan ?

Pertanyaan di atas sangat sering ditanyakan oleh orang-orang di dekat saya. Untuk saya pribadi, saya tidak terlalu mempermasalahkan, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan. Yesus untuk saya lebih dari sekedar Tuhan yang hanya akan memberikan keselamatan pada orang-orang yang beriman padaNya. Dia merupakan suatu hal yang memang tidak bisa diterangkan dengan nalar . Tetapi, entahlah, saya memang percaya akan kuasaNya dan saya memang percaya sifat-sifatNya. Mungkin saya tidak dapat memastikan apakah Yesus yang dipercayai oleh orang kebanyakan sama dengan Yesus yang saya percayai. Saya juga tidak dapat memastikan wujudNya, apakah Ia berupa Roh, atau semacam bisikan nurani, atau hanya halusinasi saya. Tetapi, Dia sangat berarti untuk saya. Saya masih ingat ketika sekitar 4 bulan yang lalu, seseorang dengan seenaknya mengatasnamakan Yesus utk sebuah pembenaran atas tindakannya terhadap saya. Ketika orang itu berbicara mengenai Yesus, saya merasa, sosok Yesus yang saya kenal bukan seperti itu. Read the rest of this entry »

Permalink 3 Comments

Siapa Aku ??

April 17, 2007 at 3:23 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Pertanyaan mengenai diri sendiri merupakan sebuah pertanyaan menggelitik, karena dari situlah filsuf-filsuf besar seperti Plato, Sokrates, Hume, bahkan seorang Nietzche memulai perjalanan filosofisnya. Lalu, siapa aku ? Satu-satunya hal yang paling saya ketahui dari diri saya adalah saya tidak tahu apa-apa. Oleh karena itu, hakikat saya di dunia ini sebenarnya merupakan sebuah perjalanan panjang untuk mempertanyakan, meragukan, dan mengagumi segala sesuatu, Omnibus dubitandum. Berangkat dari ketidaktahuan dan keingintahuan saya, saya mencoba mendeskripsikan bagaimana dan apa saya itu. Kalau boleh saya gambarkan, saya kurang-lebihnya dapat dianalogikan seperti Joker. Anda tahu kartu Joker ? Personifikasi dari kartu itu adalah sosok badut mungil dengan banyak lonceng tergantung pada sekujur tubuhnya. Selain itu, stereotype yang melekat pada tubuh mungil joker adalah sosoknya yang selalu melompat, tersenyum pada kartu-kartu yang lain, dan membunyikan lonceng-lonceng yang ada pada tubuhnya. Joker, oleh Jostein Gaarder dalam “Misteri Soliter” digambarkan sebagai sosok yang selalu mengganggu ketenangan kartu-kartu lain dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kehidupan ini. Itulah saya (kurang lebihnya). Saya adalah joker, kartu yang berbeda dari kartu lainnya. Saya terkadang mengganggu orang lain dengan mempertanyakan dan berusaha mencari tahu apa itu kehidupan. Saya bukanlah (setidaknya sampai sekarang) seorang yang terjebak dalam Labirin Knossos, tersesat dan hanya dapat kembali jika ia menemukan benang Ariadne. Justru sebaliknya, saya terkadang berupaya mendekonstruksi substansi dogmatis-fundamentalis yang membuatnya nyaman terus-menerus ada di dalam gua Plato tanpa mau tahu dengan dunia luar.

Read the rest of this entry »

Permalink 18 Comments

Dekonstruksi Derrida, Upaya Untuk Memecah-mecah Konsep

March 16, 2007 at 4:27 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

    Setelah beberapa lamanya saya berhenti berfilsafat dan –malah- menggarap artikel Ekonomi dan Pasar Modal, akhirnya jiwa ini kembali memasuki ranah hutan akademus, lorong-lorong yang di kanan-kirinya terdapat banyak pintu menuju kebijaksanaan. Berikut ini, saya akan membahas seorang filosof Aljazair; Jacques Derrida; filosof kontroversial, akibat teori dekonstruksinya yang dinilai sulit untuk dipahami dan terlalu dibuat2. Artikel ini tidak akan menjelaskan secara rinci mengenai teorinya. Artikel ini hanya akan menjelaskan esensi dari teori dekonstruksi dan pemaknaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Read the rest of this entry »

Permalink 17 Comments

“tuhan” Sebagai Refleksi Patriarkhal

March 7, 2007 at 8:45 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Ini artikel kedua saya yg telah dijanjikan sebelumnya. Pada tulisan ini, penulis ingin berbicara yg ringan2 saja. Pada dasrnya, tulisan ini mengacu pada perenungan penulis yg dilakukan ketika penulis masih berada di Jogja…

Pertanyaan mengenai ketuhanan selalu menjadi wacana yg menarik bg rasio saya. Pernahkah terlintas di benak anda, bahwa yg namanya ‘tuhan’-dalam konteks agama yg ada di Indonesia dan mungkin dalam arti yg dianut oleh kebanykan orang-, itu hampir dapat dipastikan seperti laki2, minimalnya banyk sifat2 yg menyerupai laki2. Adakah di benak anda terlintas gambaran mengenai ‘tuhan’ yg memiliki buah dada, lalu berambut panjang, berfisik layakny wanita, lalu memiliki sifat keibuan, dll?? Saya yakin, masih saja ada yg menyangkal akn hal ini, dan ada beberapa pembaca yg tidak setuju. Read the rest of this entry »

Permalink 5 Comments

Mengapa Saya Suka Menulis “Sampah Sastra” ?

March 4, 2007 at 4:16 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Ketika teman saya membuka blog ini, ia bertanya, “Loh koq puisinya banyak bgt ??”. “Puisi ?? Oh, tumpukan kata-kata itu ?? Aku rasa itu hanya sekedar sampah sastra aj. Mereka ga layak klo disebut puisi ato sajak, ato karya sastra laennya.”, jawabku dengan muka serius. Memang begitulah adanya, menurutku, tumpukan kata-kata yang disusun itu akan mempermalukan puisi dan sajak, atau bahkan mungkin akan menyakiti para pujangga dan penyair, jika “sampah sastra” itu diberi jabatan sebagai puisi/sajak. Mungkin, bagi orang yang membacanya, “sampah sastra” itu tidak lebih dari deretan kata yang membingungkan dan tanpa makna. Oh, tapi tidak demikian bagiku. Keping kata itu saya pungut dari kedalaman hati, di mana tak satu pun nalar mampu mencapainya. Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment

Perenungan Sederhana (Dari Sudut Pandang Kristianitas)

March 3, 2007 at 10:53 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Aneh bgt,akhir2 ini, ketika saya mulai aktif mengikuti kegiatan PMK dan gereja, tiba2 terbersit pikiran aneh ini. Apa seh yang melatarbelakangi orang2 kristen percaya ma Yesus, mempelajri injil, ato meyakini kristianitas????Setau saya(dan ini yg saya dapat dari banyk kotbah2 pendeta), mestinya mereka berlaku seperti itu adalah karena Ia adalah Tuhan, sehingga kita sebgai ciptaan, seyogianya ‘menghormati’ penciptanya secara tulus… yg buat saya bertanya2 adalah ketika saya melihat ada makhluk2 kecil bernama ego yg merasuk dalam kebanykan pemeluk kristianits. Hm, mungkin banyk yg menyangkal, tp saya yakin, secara implisit, mereka mempelajari dan meyakini kristen kebanykan berdasarkan latarbelakng ego mereka. Mudahnya, sebagai contoh, bukankah bnyk dari kita yg mempelajri agama hanya utk mencari ketenangan batin secara sepihak???jika kita mengenal kristus, itu ya biar damai, sejahtera lahir batin, terberkati hidupnya, dll. Memang sih, tidak salah utk berekspektasi seperti itu, tp yg jadi masalah adalh hal2 itulah yg dijadikan tujuan mereka memeluk agama, nah menurut saya, inilah yg salah. Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment

Wanita = Objek Seksualitas Belaka ???

February 26, 2007 at 4:41 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Pertanyaan di atas bukanlah ingin menjadikan kaum hawa menjadi subordinatif, termarjinalisasi. Sebaliknya, melalui tulisan ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk merefleksikan miskonsepsi mengenai wanita dalam kehidupan bermasyarakat kita. Tulisan ini sebenarnya merupakan salah satu bagian dari wacana yang ke depannya akan saya suguhkan dalam beberapa artikel terpisah. Pada kesempatan mendatang, saya akan secara berturut-turut menyuguhkan masalah gender dalam kehidupan sehari2. Tulisan saya yang nanti akan menyusul-dan yang akan mendukung keseteraan gender utk menghilangkn dominasi kaum adam-, menyangkut tentang feminimitas, sistem patriarki dan androsentrisme dalam sendi2 kehidupan ini, serta epistemologi wacana menyangkut tubuh wanita yang akan dicoba dikaji lebih dalam oleh penulis. Semua tulisan2 ini, penulis persembahkan untuk wanita-wanita yg selama ini telah melengkapi dan menyempurnakan kehidupan setiap pria, dan tanpa mereka pria tidak dapat berbuat apapun. Sebelumnya, penulis meminta maaf atas kekeliruan yang mungkin tertulis sebagai akibat dari epistemologi wacana dari penulis. Read the rest of this entry »

Permalink 7 Comments

Pepatah Tujuh Perempuan II

February 25, 2007 at 11:37 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Ahh, lihatlah itu; harta, gengsi, dandanan, dan rasa simpati mereka yg besar terhadap kami, itulah yg membuat kami mengangkatnya jadi anjing2 peliharaan kami !”

“Tenanglah anjing, kau pasti akan jinak setelah kami tindih dengan tubuh indah kami !!”

“Kepada siapakah rasa sayang ini harus kami ucapkan ??Yah, pangeran berwajah tampan, dan tentu saja pangeran buruk rupa dengan banyak harta!!”

Read the rest of this entry »

Permalink 3 Comments

Who’s Me ?? Joker !!!

February 24, 2007 at 11:39 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

 

Menalar setiap hal, mempertanykan segala sesuatu…

Omnibus Dubitandum

hakikat ini akan tetap slalu seperti itu

substansi sesungguhnya dari jiwa ini…

bertanya untuk segala kebenaran !!!

Mencari kebenaran itu di tengah2 kelamnya hutan akademus

Aku…

Siapa aku??

Aku adalah joker…

Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Mimpi dan Realitas

February 24, 2007 at 11:29 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Seperti yang saya janjikan, ini artikel pertama saya tentang mimpi. Sebenrnya artikel ini sudah lama sekali saya tulis, dan ada pada blog saya terdahulu. Ok, silakan berfilsafat-ria…..

Apakah teman2 yakin bahwa alam yg selama ini kita lihat, rasakan, alami adalah realitas, bagaimana jika ia hanya mimpi???mungkin cuma omong kosong belaka, atau mungkin kalian masalah memikirkan hal ini karena merasa enjoy dengan ap yg ada???.
Read the rest of this entry »

Permalink Leave a Comment

Mimpi II

February 23, 2007 at 5:06 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Mimpi II

 

Masih ingat mengenai artikel mimpi saya terdahulu ?? Kali ini, saya ingin melanjutkan perenungan mengenai mimpi lagi.

 

Setelah saya mengungkapkan beberapa masalah mengenai mimpi pada artikel yg lalu, kali ini saya ingin menyajikan beberapa tambahan pertanyaan, dan bukannya jawaban atas artikel saya yg lalu. Toh, mengajukan pertanyaan terkadang jauh lebih sulit dari menemukan jawaban kan? Beberapa waktu lalu, saat saya sedang dalam perjalanan, tiba2 saya berpikir mengenai hakikat kesadaran. Awalnya hanya merenungkan kembali keragu2an Descartes-yg nantinya akan melahirkan cogito ergo sum-, sampai akhirnya pikiran ini dengan seenaknya masuk ke ranah identitas personal, membayangkan kapal2 Theseus yg mulai meninggalkan pelabuhan, dan akhirnya kembali merenungkan mengenai artikel saya sebelumnya;tentang mimpi. Read the rest of this entry »

Permalink 4 Comments

Pepatah Tujuh Perempuan

February 21, 2007 at 5:42 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

• Masa-masa yang paling membosankan akan lari dari kita, saat seorang laki-laki merangkak mendekat untuk melihat kita.
• Usia, ya ampun ! dan buku-buku pasti akan memperkuat bahkan kebaikan yang paling lemah.
• Pakaian hitam dan mulut tertutup cocok untuk perempuan tua dan muda.
• Pada siapa terima kasih dan kesetiaanku yang terbesar aku tujukan ? Tuhan !—dan kemudian juga tukang jahitku.
• Muda : gua yang dihiasi dengan bunga-bunga. Tua : sang naga keluar dan marah.
• Keturunan bangsawan, alis yang tampan, dan seorang pria untuk ditendang, aku ambil dia sekarang !
• Omongannya pendek, artinya panjang –Nyonya Keledai akan salah memahaminya !

~F. Nietzche, Beyond Good And Evil~

Permalink Leave a Comment

Gong Xi Fa Chai

February 19, 2007 at 5:37 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Gong Xi Fa Chai, Cu Ni Shin Nien Kwai Lek….

Itu sepenggal kalimat sms dari seorang teman. Yup, hari ini, tepatnya tgl 18 Februari 2007, orang2 keturunan Chinese, merayakan tahun baru imlek. Biasanya, kalau sedang perayaan, kita selalu menghiasi rumah dengan dekorasi-dekorasi berbau “merah”, dan dekorasi lainnya yang diharapkan dapat membawa peruntungan di tahun baru. Read the rest of this entry »

Permalink 2 Comments

Next page »