Peringatan Keras Dari Hizbut Tahrir Atas Kartun Muhammad !

November 21, 2008 at 4:48 am (Berita Kontroversial)

Jakarta, 20 Februari 2008 M

PERNYATAAN
HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Nomor: 126/PU/E/02/08

“Mengutuk Keras Penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw ”

Sehari setelah Badan Intelijen Denmark, PET (12/2/2008), mengklaim berhasil mengagalkan sebuah rencana pembunuhan terhadap Kurt Westergaard, pelukis kartun-kartun yang mengina Nabi Muhammad, keesokan harinya (13/2/2008), serentak sebelas media massa terkemuka di Denmark dan televisi nasional, termasuk Koran Jyllands-Posten memuat kembali karikatur yang melecehkan dan menghina Islam tersebut. Sedikitnya tiga harian di Eropa, yaitu Swedia, Belanda dan Spanyol, juga mencetak karikatur penuh kebencian itu. Anehnya, pada 13/2/2008, orang nomor satu PET, Jacob Scharf, segera membebaskan para tersangka dari tuduhan itu, yang tak lain adalah dua warga Tunisia dan seorang warga Denmark keturunan Maroko.

Pemuatan kembali kartun-kartun yang sangat menghina Nabi Muhammad itu mereka lakukan, konon sebagai pembelaan terhadap kebebasan berbicara. Padahal, ini jelas merupakan penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan Islam yang ke sekian kali. Dua tahun lalu, tindakan ini telah menuai kecaman luas di berbagai negara, bahkan diplomat Mesir, Palestina, Turki, Pakistan, Iran, Bosnia-Herzegovina, dan Indonesia memprotesnya. Namun, Pemerintah Denmark lewat PM Denmark Anders Fogh Rasmussen ketika itu berulangkali membela koran tersebut dengan alasan hak kebebasan berbicara. Tidak hanya itu, meski jelas-jelas telah menuai protes, gambar-gambar ini pada Januari 2006 dimuat di Norwegia, juga di berbagai koran seperti harian Perancis, France Soir. Dan kini semua kejahatan itu diulanginya lagi.

Sebelumnya telah berulang-ulang penghinaan serupa juga mereka lakukan. Di antaranya adalah:

1. Tahun 1989: terbit buku The Satanic Verses tulisan Salman Rushdi yang menggambarkan al-Quran sebagai ayat-ayat setan. Imam Khomeini memfatwakan hukuman mati terhadapnya. Namun, hingga kini dia tetap mendapat perlindungan dari Inggris.
2. September 1994: tepatnya, bulan September, film True Lies garapan sutradara Yahudi Steven Spielberg menggambarkan Islam pimpinan Abdul Aziz sebagai teroris yang memimpin organisasi terror Crimson Jihad.
3. Juli 1997: Seorang wanita Yahudi Israel, Tatyana Suskin (26) membuat dan menyebarkan 20 poster yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Di antaranya ada poster seekor babi yang mengenakan kafiyeh ala Palestina. Di kafiyeh itu tertulis dalam bahasa Inggris dan Arab kata: Muhammad. Dengan pensil di kukunya, babi itu tampak tengah menulis di atas sebuah buku bernama “al-Quran”.
4. Tahun 2002: Tulisan jurnalis Nigeria, Isioma Daniel tentang Rasul dan Miss World.
5. Tahun 2004: film besutan produser film asal Belanda, Theo van Gogh, yang menghina Islam dan Muhammad.
6. Tahun 2005: Museum Tate di London urung memamerkan patung karya John Latham yang dikhawatirkan melukai perasaan kaum Muslim pasca ledakan bom yang mengguncang London, Juli 2005.
7. Penghinaan terhadap Islam juga dilakukan oleh ”orang Islam” sendiri yang telah tercemari oleh cara berfikir sekuler. Adalah Ayan Hirsi Ali, Muslimah kelahiran Somalia yang pernah menjadi anggota parlemen Belanda, telah membuat sebuah film dokumenter berjudul “Submission” Di situ digambarkan Islam yang menindas perempuan. Ditampilkan adegan aktris perempuan, dengan tubuh telanjang dan hanya ditutupi dengan kain tipis sedang berdoa pada Tuhan karena kekerasan yang dialaminya. Dalam adegan lain bahkan diperlihatkan sejumlah perempuan tanpa busana dan di tubuhnya dituliskan ayat-ayat Al-Quran. Film ini jugalah yang memicu kemarahan hampir satu juta warga Muslim Belanda, dan mengakibatkan pembunuhan terhadap Theo Van Gogh, sutradara film tersebut.

Berkaitan dengan kasus di atas, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan bahwa:

1. Pemuatan kartun-kartun ini adalah sebuah kesengajaan. Ini tampak dalam sikap mereka. Pertama, Ketika dikatakan bahwa dalam Islam tidak boleh menggambar Nabi Muhammad apalagi dilecehkan lewat karikatur, pihak Koran Jyllands-Posten dan koran lain menilai, tidak pada tempatnya jika orang non-Muslim harus mengikuti aturan Islam tersebut. Mereka ingin memancing kemarahan kaum Muslim untuk mengetahui sejauh mana komitmen mereka terhadap Nabi dan Islam mereka. Kedua, Kasus penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad terjadi berulang-ulang. Reaksi umat Islam pun sudah jelas, menentang! Tapi, mereka tetap saja terus melakukan, termasuk pemuatan kartun ini yang telah menimbulkan gelombang protes di seluruh dunia 2 tahun lalu. Ketiga, Pemerintahan mereka membiarkannya dan membelanya dengan dalih kebebasan. Keempat, Sikap bandel juga ditunjukkan oleh masyarakat di sana. Satu jajak pendapat menunjukkan 79% warga Denmark berpendapat Fogh Rasmussen tidak perlu menyatakan permintaan maaf dan 62% mengatakan suratkabar itu hendaknya tidak meminta maaf.
2. Inilah doktrin HAM yang destruktif. Menurut mereka, pemuatan kembali kartun-kartun ini merupakan bentuk komitmen terhadap kebebasan berbicara. Tapi faktanya, ini adalah kebebasan untuk melakukan apapun termasuk mendeskreditkan, menghina, dan melecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW. Doktrin HAM juga sangat subyektif, artinya hanya berlaku untuk mereka. Ketika di Perancis Muslimah dilarang mengenakan jilbab, ”kebebasan” yang mereka dengungkan itu tidak lagi terdengar. Mengapa Muslimah di Perancis tidak boleh bebas berjilbab? Ketika umat Islam lantang menyerukan penerapan syariah Islam sebagai pengganti Kapitalisme yang memang bobrok, mereka menudingnya garis keras. Mengapa umat Islam tidak boleh memilih aturan untuk negeri mereka sendiri?
3. Kasus pelecehan Islam dan Nabi Muhammad lewat kartun ini juga tidak dapat dilepaskan dari slogan war on terrorism yang diusung oleh AS, Eropa, dan sekutunya. Buktinya, kartun tersebut menggambarkan Nabi Muhammad sebagai penebar bom. Seolah mereka ingin mengatakan, bahwa umat Islam memang keturunan teroris karena itu layak diperangi.

Oleh karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia menegaskan:

1. Menuntut agar pelakunya dihukum mati, karena menurut ketentuan syariah Islam sebagaimana dinyatakan Imam As-Syaukani, bahwa orang Kafir Dzimmi seperti Yahudi, Nashrani, dan sebagainya, yang menghujat Rasulullah saw. terhadap mereka harus dijatuhi hukuman mati, kecuali apabila mereka bertaubat dan masuk Islam. Sedangkan bagi seorang Muslim, dia harus dieksekusi tanpa diterima taubatnya. Pendapat Imam As-Syaukani ini sama dengan pendapat Imam Syafi’i dan Imam Hambali.

Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. yang berbunyi:

“Bahwa ada seorang wanita yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya”. (HR Abu Dawud)

Ibnu Abbas telah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi, bahwa ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Merasa tidak tahan lagi, lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian dia tebaskan ke perut istrinya dan ia hunjamkan dalam-dalam sampai istrinya itu mati. Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah SWT kepada Rasulullah saw yang menjelaskan kejadian tersebut. Pada hari itu juga, beliau mengumpulkan kaum Muslimin dan bersabda:

“Dengan menyebut asma Allah, aku minta orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku; mohon ia berdiri.

Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai dia turun di hadapan Rasulullah saw, kemudian ia duduk seraya berkata:

”Akulah suami yang melakukan hal tersebut ya Rasulullah saw. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang padaku. Tetapi kemarin ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, lantas aku mengambil kapak, kemudian menebaskannya ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat ke perut istriku dan menghujamkan kuat-kuat sampai ia mati.

Kemudian Rasululah saw. bersabda:

“Saksikanlah bahwa darahnya (wanita itu) halal

(HR. Abu Dawud dan An Nasa’i)

2. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk bahu-membahu dalam membela kehormatan Rasulullah Muhammad SAW dan mengutuk keras setiap bentuk penghinaan terhadap Islam. Khususnya terhadap Nabi Muhammad SAW.
3. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang menegakkan Khilafah Islam. Karena hanya khilafahlah yang akan secara nyata menghentikan semua penghinaan itu, serta melindungi kehormatan Islam dan umatnya, khususnya pribadi Rasulullah Muhammad, Nabi yang mulia. Inilah yang pernah ditunjukkan oleh Khalifah Abdul Hamid II terhadap Perancis dan Inggeris yang hendak mementaskan drama karya Voltaire, yang menghina Nabi Muhammad saw. Ketegasan sang Khalifah, yang akan mengobarkan jihad melawan Inggeris itulah yang akhirnya menghentikan kejahatan Inggeris untuk mementaskan drama tersebut.
4. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk mewaspadai setiap upaya kaum Kafir penjajah, beserta antek-anteknya yang juga dengan sengaja menyerang keagungan ajaran Islam, termasuk kewajiban untuk menegakkan Khilafah.

Wassalam,

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: ismaily@telkom.net

Gedung Anakida Lantai 7
Jl. Prof. Soepomo Nomer 27, Jakarta Selatan 12790
Telp / Fax : (62-21) 8312111
Email : info@hizbut-tahrir.or.id
Website : http://www.hizbut-tahrir.or.id

15 Comments

  1. Pertanyaan Keheranan (I) « This is dedicated for her…. said,

    […] – Saya heran, mengapa orang tidak mau mengakui bahwa dirinya seorang fanatis ? Padahal, jelas-jelas, ketika saya mempertanyakan hal yang diyakininya, orang tersebut malah marah dan bahkan ada yang mengancam untuk membunuh saya. Bukankah ini aneh ? Semua serba kontradiktif. Katanya, ajaran A itu ajaran yang tidak mau diidentikkan dengan terorisme dan kekerasan, tetapi masih banyak orang dengan mengatasnamakan ajaran itu, melakukan perbuatan yang bertolak belakang. Aneh memang. Katanya enggak keras dan tidak teroris, kok malah mengeluarkan statement yang seakan-akan membenarkan kekerasan ? […]

  2. Wijoyo Simanjuntak said,

    atas berita ini (bukan blog ini), sepertinya seharusnya anda bandingkan apel dengan apel, jangan apel dengan jeruk….

    klo dari sisi jeruk memandang apel, pasti apel itu jelek
    dan klo dari sisi apel memandang jeruk, pasti jeruk itu jelek…

    hmm….sepertinya rakyat indonesia masih banyak yang fanatik apel atau jeruk…
    tapi saya sudah senang dengan jeruk

  3. Wijoyo Simanjuntak said,

    ah…tapi aku masih bingung gmn yah rasanya ga suka buah-buahan…

    atau anda adalah penggemar sayur?

    sebenarnya jeruk ditambah apel, klo di jus juga enak…

  4. yesalover said,

    @ wijoyo –> Bung anak KSEP juga yah ? wew…sepertinya saya tahu ini…
    Blm tentu tiap apel akan memandang jeruk, barangkali ada apel yang sadar klo jeruk itu sudah berbeda substansinya dengan dia….

  5. sayapbarat said,

    kok malah ngomongin buah ?? aku sukanya duren. Ada duren gak??

  6. yesalover said,

    aq malah pengnny mbelah duren..mw ikut ga ?

  7. sayapbarat said,

    kenapa hal seperti itu tidak dibicarakan baik2 ya? aKu heran, bahkan ada manusia yang pernah bilang “darah manusia halal??”.. Aku pikir ini sangat BARBAR..

    Untuk masalah pelarangan jilbab, aku juga pernah mengajukan surat ke kedubes Perancis. Hal tersebut juga melanggar HAM dan tidak manusiawi, sama sama halnya dengan manusia (siapapun itu) yang mengatakan darah manusia “halal”…

    Untuk masalah syariah islam, aku pikir itu hak negara islam (tentu jika itu memang kesepakatan pemerintah dan rakyatnya). Tapi jika memaksakan kehendak, itu (LAGI2) melanggar HAM. Masa iya ada negara seperti perancis atau belanda, rakyatnya ada yang menuntut syariah islam dengan nama HAK untuk BERAGAMA?? Itu mah melanggar HAK ORANG LAIN JUGA ..

  8. sayapbarat said,

    Agama mengajarkan perdamaian dan perdamaian itu juga lah tujuannya. jika penyebarannya justru merusak perdamaian, maka dia sudah keluar dari ranahnya.

    Sayang sekali.. kenapa yang dilakukan oleh orang malah membuat agamanya menjadi barbar?. Padahal mungkin tidak seperti itu ajarannya. Isi dari kitab2 sangat indah.. Tapi kok banyak impelementasinya yang berdarah ya??

  9. yesalover said,

    Yup. awak setuju ma kamu honey :)…
    Orang yang minta syariah islam di Belanda itu salah, tetapi, yang nglarang pake jilbab di LN itu juga salah. Tetapi, aq liat, ini bukan disebabkan oleh agamanya. Agama itu hakikatnya baek…Tpi, orang-orang yang meyakininya yang terlalu BEGO sehingga ndak bisa liat hakikat agamanya sendiri…kasihan bgt…

  10. sayapbarat said,

    berarti ada dari agama tersebut yang bermakna ambigu dong?? (pertanyaan bodoh) Sampai yang memahamainya bisa keluar jalur JAAAAAUUUUUHHHHH banget… dan bahkan memakai bahan dari agama tersebut sebagai pembenaran dari perbuatannya??

    “Jika yang salah sedikit orang, maka ada kesalahan personal dari orang yang salah tersebut. Jika yang salah sangat banyak, maka ada yang salah dari sistem..”

  11. klentheng said,

    Kasus di perancis itu beda, orang indo taunya jilbab dilarang. Tunggu dulu !!
    Yg dilarang itu segala bentuk simbol2 agama, artinya gak cuma jilbab, tapi juga kalung salib, kerudung ala suster katolik, pentagram yahudi, dll. Itu semuanya dilarang digunakan di tempat2 publik, yaitu sekolah2 pemerintah, kantor2 pemerintah dll.

    Di tempat pribadi silahkan digunakan, di rumah, di tempat ibadah yg bersangkutan, di mall, dll.

    Perancis adalah negara sekuler, mereka berusaha utk tetap sekuler, karena negara harus melayani semua warga dan tidak boleh membedakan warganya berdasarkan agama dan/atau ras. Dan itu wajar2 saja, apa yg dilakukan disana adalah adil, krn apply utk semua simbol agama tidak cuma jilbab.

    Saya heran juga, kenapa orang selalu “playing the victim”, selalu merasa menjadi korban, dizalimi, ditindas, ditekan, dll dsb. Perasaan sbg “the victim” itu (yg belum tentu benar) lantas menjadi pembenaran utk melakukan tindak kekerasan sebagai “balasan”.

    Yg harus dilakukan adalah menjamin, apapun beda pendapat yg terjadi, kekerasan tidak boleh terjadi. Kita bisa belajar dr kampanye pres AS yg baru lalu, begitu keras, begitu terpolarisasi, di banyak sumber internet kita bisa baca nuansa2 kebencian yg sangat terhadap obama krn warna kulitnya. Toh nyatanya tidak ada kekerasan antar pendukung, ada yg mencoba2 melakukan kekerasan, baru rencana sudah ditangkap secret service.

    Yg harus terjadi adalah kontes ide dan pemikiran, bukan bukan kontes kekuatan fisik dan kekerasan.

    Sejarah sebetulnya sudah berbicara jelas, negara2 yg maju dan makmur adalah negara yg sehat demokrasinya, sehingga ide/pemikiran brillian maupun asal2an tumbuh subur tanpa dilanda ketakutan akan kekerasan. Masyarakat akhirnya memilih sendiri ide dan pemikiran mana yg brillian dan mana yg sampah. Dengan demikian rakyat dicerdaskan, semakin kritis, semakin maju dan pada akhirnya membawa kemakmuran.

    Cek 20 negara dengan GDP tertinggi di dunia, berapa banyak negara demokrasi, berapa yg otoriter atau teokrasi. Lakukan hal yg sama tp kali ini ambil 20 negara paling miskin yg GDPnya terendah.

    Sejarah sudah bicara, artinya Tuhan (bagi yg percaya) sudah bersabda. Tinggal manusia mau belajar tidak dr pengalaman itu, mau tidak mendengar sabda Tuhan lewat sejarah.

    Salam,

  12. wijooyoo said,

    yoi…KSEP juga…

    btw, sori ya ga bisa dtg kumpul alumni, soalnya 1. saya belum jadi alumni, 2. saya dah di medan tgl 20 des…

    @klentheng: bener tuh…tapi agak ga nyambung ketika dikaitkan dengan GDP…

  13. klentheng said,

    @wijoyo, itu membuktikan negara dgn GDP yg tinggi dan income per capita tinggi (GDP rendah blm tentu income percapita rendah, GDP rendah bisa jadi krn penduduknya dikit, contoh Singapore) semuanya adalah negara demokrasi yg sekuler.

  14. yesalover said,

    Setuju dengan klentheng, sejarah tidak dapat dipisahkan dari religiusitas. Religiusitas menyangkut perilaku manusia, dan manusia juga termasuk dalam bagian sejarah. Bagaimana mungkin bisa dipisahkan ?

  15. numpang lewat said,

    setau saya orang yang cinta agama adalah orang yang menjalankan ajaran agamanya secara total

    sedangkan orang yang fanatik terhadap agama adalah orang yang berciri ekslusif, bahkan seringkali saya jumpai, orang yang fanatik agama tidak tau seluk beluk agamanya & ajaran agamanya, & juga jarang sekali melakukan ajaran agamanya yang termaktub dalam kitab suci.

    & kenapa sampai saat ini masih sangat banyak orang yang sepertinya membandingkan antara agama x dan agama y?
    ini menunjukkan sikap intolerant (tidak bertoleransi) terhadap suatu agama & biasanya yang seperti ini adalah orang yang hanya fanatik agama bukan cinta agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: