Separuh Nyawa Hidup

November 2, 2008 at 10:59 am (Asal Ngomong dan Curhat)

Pernah ga sih ? Kalian merasa terikat dengan sesuatu ? Kalau ga pernah, berarti kmu boong J. Apa sih rasanya terikat ? Pasti rasanya ga enak kalau kmu kehilangan itu. Tapi, pernah ga perasaanmu yang terikat ? Artinya, kmu bisa merasakan perasaan orang lain, sekalipun kalian udah ga bersama lagi ? Aku tahu, ucapan selamat ulang tahunku hari ini hanya akan membuat dia gundah, gusar, gelisah, dan malah menangis. Sekalipun dia tidak pernah mengucapkan sepatah katapun, aku tahu perasaan dia. Aku tahu, ketika dia sedang senang, sedih, atau marah. Sekalipun kita sama sekali tidak pernah berkomunikasi. Aku tahu, tadi pagi dia merasa excited banget, entah mungkin karena dapat ucapan dari orang tua atau pasangannya. Aku tahu banget, ketika smsku hari ini sampai, dia juga ngerasa excited, bukan gara-gara senang, tapi lebih karena gusar dan kaget. Entahlah, aku bisa merasakan perasaannya gara-gara aku sering mengamati pola itu ketika kita masih sering komunikasi. Saat dia kena marah sama ortunya, pasti saat itu juga perasaanku merasa gundah dan takut. Seakan-akan aku duplikatnya dia. Begitu juga, ketika dia merasa ga enak badan, saat itu juga, aq ngerasa badan ini jadi ga karuan tiba-tiba. Atau ketika dia lagi pusing gara-gara UTS, dan ga bisa tidur, sialnya aq juga pasti ga bisa tidur juga. Hahaha…aku awalnya juga ga percaya, tapi, dulu aq dulu sering konfirmasi kalau aq ngerasa ada yang janggal dengan perasaan ini. Dan hasilnya, ya emang bener, dia pasti lagi ada something. Dan keterikatan ini masih sering muncul sekalipun kita udah ga pernah komunikasi lagi. Emang, wanita itu penipu ulung, tapi sayangnya, keterikatan ini menyebabkan aku sulit ditipu, terserah dia mau ngomong apa buat menyangkal perasaan dia, tp aq tetep ngerti apa yang dia rasain. Dan bodohnya, kenapa dulu aq terlalu memaksanya untuk mengungkapkan perasaan dia yang sesungguhnya ? sampai-sampai dia malah jengkel beneran. Argh, aq memang dulu masih terlalu bodoh untuk mengerti dia. Sekarang, aq mengerti kenapa kita jauh. Aku memang belum pantas buat dia…Walaupun separuh nyawa hidupku terbawa olehnya…

Separuh nyawa hidup ini,

Berlari lelah mencari

Sesuatu yang ia tinggalkan

Dalam satu kenangan

Hingga ia mati,

Dan tak ada yang peduli

Maaf aku telah;

Memberimu 3 kata

Maaf aku lelah;

Untuk diam saja

Maaf aku resah;

Karena lama takbersua

Maaf aku telah;

Berucap selamat ultah, Yesa !

Aku hanya takmampu;

Diam dan takpedulikan adamu


~2 November 2008, Andai waktu itu kita tidak bertemu~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: