[Stocks and Capital Market Course] II. Pasar Modal Indonesia dan Instrumennya

November 1, 2008 at 4:56 am (Pasar Modal, Ekonomi, dan Bisnis)

Saya lanjutkan kembali course tentang pasar modalnya, semoga ini bisa bermanfaat. Kali ini saya membahas tentang pasar modal Indonesia dan instrumen-instrumen yang beredar. Selamat membaca !

A. Pasar Modal Indonesia

Pasar modal dapat dikatakan sebagai suatu situasi dimana para penjual dan pembeli dapat melakukan negosiasi terhadap pertukaran suatu komoditas atau kelompok komoditas, dan komoditas yang dipertukarkan disini adalah modal atau efek.

a) Fungsi

Pasar modal memiliki dua fungsi sekaligus,yaitu :

1. fungsi ekonomi

Karena menyediakan fasilitas yang mempertemukan dua pihak yaitu investor dan issuer. Dengan pasar modal, para investor dapat menginvestasikan dana mereka dengan harapan memperoleh imbalan, sedangkan pihak issuer (perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan.

2. fungsi keuangan.

Karena memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.

b) Manfaat

Pasar modal juga memiliki banyak manfaat, antara lain:

1. menyediakan sumber biaya (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.

2. memberikan fasilitas investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya diversifikasi.

3. penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.

4. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme, menciptakan iklim berusaha yang sehat.

5. menciptakan lapangan kerja/profesi yang menarik, dsb.

d) Sejarah Pasar Modal di Indonesia

1. Zaman Kolonial

§ tahun 1912 oleh 13 perusahaan efek (sekuritas) Belanda dan berlokasi di Batavia

§ tahun 1925, didirikan 2 bursa efek lagi di Semarang dan Surabaya.

§ Efek yang diperdagangkan adalah saham dan obligasi perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi pemerintah, sertifikat saham perusahaan Amerika dan efek perusahaan Belanda lainnya. Menyusul meletusnya Perang Dunia ke-2, maka bursa-bursa efek ditutup sehingga tidak ada lagi perkembangan pasar modal.

2. Zaman Orde Lama

§ Pemerintah membentuk suatu badan yang disebut PPUE (Perserikatan Perdangan Uang dan Efek-efek)

§ membuka kembali bursa efek di Jakarta.

§ Mengeluarkan obligasi pemerintah Indonesia tahun 1950.

§ Efek yang diperdagangkan dan para pelaku pasar masih sama dengan sebelum PD 2. Namun karena inflasi, resesi ekonomi, dan hubungan Indonesia-Belanda tidak berlangsung baik, maka kegiatan bursa efek kembali dihentikan.

3. Zaman Orde Baru-Sekarang

§ Pemerintah mengaktifkan kembali bursa dan membentuk institusi Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) pada tahun 1976 yang akhirnya pada tahun 1990 berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dengan harapan dapat mewujudkan perdagangan yang teratur, wajar, efisien, serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat.

§ Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan yaitu, Paket Kebijakan Desember 1987, Paket Kebijakan Oktober 1988, dan Paket Kebijakan Desember 1988. Deregulasi yang penting dari paket kebijakan tersebut adalah dibukanya peluang sebesar-besarnya bagi swasta untuk masuk ke bursa dan diperbolehkannya investor asing melakukan akses di pasar modal Indonesia.

Proses transaksi atas modal membutuhkan suatu tempat tertentu untuk melaksankan perdagangan. Tempat inilah yang selanjutnya disebut Bursa Efek atau Stock Exchange.

e) Lembaga-lembaga Utama yang Berperan dalam Pasar Modal Indonesia

1. Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal)

2. Self Regulatory Organizations (SRO)

§ Lembaga Kliring dan Penjaminan (LKP) oleh KPEI

§ Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) oleh KSEI

§ Bursa Efek

3. Perusahaan Efek

§ Penjamin emisi efek

§ Perantara pedagang efek

§ Manajer investasi

4. Lembaga Penunjang Pasar Modal

§ Biro administrasi Efek

§ Bank kustodian

§ Wali amanat

§ Pemeringkat efek

§ Penasihat investasi

5. Profesi Penunjang Pasar Modal

§ Akuntan publik

§ Konsultan hukum

§ Penilai

§ Notaris

Bursa Efek

Pengertian

Dalam bab 1 pasal 1 UUPM No. 8/1995 tentang ketentuan umum mendefinisikan bursa efek dan efek, sebagai berikut:

bursa efek adalah pihak yang menyelenggatakan dan menyediakan system dan atau sarana untuk mepertemukan penawaran jual dan beli efek pihak2 lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantara mereka.”

“efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivative dari efek”

Di Indonesia terdapat 2 bursa efek yang sekarang digabung menjadi Bursa Efek Indonesia, yaitu:

1. Bursa Efek Jakarta (BEJ)

2. Bursa Efek Surabaya (BES)

B. Instrumen Pasar Modal

a) Saham (Stock)

Instrumen yang akan menambah ekuitas pemilik modal, yaitu saham, memiliki instrumen jenis ini berarti investor menjadi pemilik perusahaan tersebut sebesar modal yang ditanamkan.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau institusi dalam suatu perusahaan. Saham adalah surat berharga yang menerangkan bahwa pemilik surat tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

Ada dua jenis saham, yaitu:

1. Saham Biasa (Common Stock)

Pemegang saham jenis ini mewakili kepemilikan di perusahaan sebesar modal yang ditanamkan.

Karakteristiknya adalah:

claims on income

claims on assets

voting rights

limited liability

preemptive rights

Keuntungannya adalah:

Dividen, yang berasal dari keuntungan perusahaan sebesar alokasi yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sehingga besarnya dividen tidak pasti karena tergantung oleh besarnya keuntungan perusahaan.

Capital gain, yakni keuntungan dari selisih nilai beli dengan nilai jual saham yang lebih besar dari nilai belinya.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham jenis ini memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan obligasi. Keuntungannya adalah:

Dividen, secara teratur sebesar harga pari (nominal) saham dikalikan dengan bunga setiap tahun.

Jika saham preferen anda bersifat cumulative, maka jika anda belum menerima pembayaran dividen tahun lalu akan diakumulasikan dengan dividen tahun berjalan.

Dapat ditukarkan (convertible) dengan saham biasa.

Jika perusahaan dilikuidasi, pemilik saham ini akan menerima pembayaran sebesar harga pari saham sebelum dividen atas pemegang saham biasa dibayarkan.

Sedangkan kedua saham tersebut memiliki beberapa resiko yang dihadapi oleh para pemodal, yaitu:

tidak mendapatkan dividen karena operasi perusahan tidak menghasilkan keuntungan.

Capital Loss yaitu ketika pemodal terpaksa menjual sahamnya dengan nilai jual lebih rendah daripada nilai belinya. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kerugian yang makin besar seorong dengan terus menurunnya harga saham tersebut.

Jika perusahaan dilikuidasi, pemegang saham akan memperoleh semua aset perusahaan yang telah terjual setelah kreditur atau pemegang obligasi.

Jika saham perusahaan dikeluarkan dari Pencatatan Bursa Efek (Dellist). Saham ini tidak lagi diperdagangkan di Bursa, namun tetap dapat diperdagangkan di luar bursa dengan konsekuensi tidak terdapat patokan harga yang jelas dan jika terjual biasanya dengan harga yang jauh dari harga sebelumnya.

c) Obligasi (Bond)

Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi dana (pemodal) dengan yang diberi dana (perusahaan/emiten). Jadi, surat obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bawha pemilik kertas tersebut telah membeli hutang perushaan yang menerbitkan obligasi. Penerbit membayar bunga atas obligasi tersebut pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan secara periodik, dan pada akhirnya menebus nilai utang tesebut pada saat jatuh tempo dengan mengembalikkan jumlah pokok pinjaman ditambah bungan yang terutang.

Karakteristik obligasi, yaitu:

perusahaan menerbitkan sertifikat yang menerangkan adanya pinjaman dan syarat-syaratnya

memiliki niai par (nominal) yang menyatakan nilai pokok dari sekuritas tersebut

adanya jangka waktu jatuh tempo

adanya kupon bunga (coupon rate) yang akan diterima pemodal setiap periode tertentu (3 atau 6 bulan)

tingkat suku bunga yang lebih tinggi dari tingkat suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Karena bila tingkat bunga obligasi dipasang sama dengan bunga SBI, tentunya pemodal akan memilih berinvestasi di SBI yang memiliki risiko jauh lebih kecil dibanding obligasi. Maka, makin besar bunga obligasi, makin besar pula resikonya.

Keuntungannya adalah:

memberikan pendapatan tetap, yaitu berupa bunga atau kupon yang dibayarkan dengan jumlah yang tetap pada waktu yang telah ditetapkan

mendapatkan penghasilan dari capital gain.

Sedangkan resikonya adalah:

perkembangan suku bunga bank yang sulit dipantau. Jika suku bunga bank meningkat, nilai obligasi akan turun. Begitu juga sebaliknya

pemegang obligasi juga menghadapi risiko callability (pelunasan sebelum jatuh tempo). Betapa menguntungkannya bila memiliki obligasi yang membayar bunga tetap disaat suku bunga menurun.

c) Right

Right merupakan produk derivative (turunan) dari saham yang berupa surat berharga yang memberikan hak bagi pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan emiten pada harga tertentu dan pada waktu yang telah ditetapkan.

Right diberikan pada pemegang saham lama yang berhak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan perusahaan pada second offering. Masa perdagangan right berkisar antara 1-2 minggu saja.

contoh dari Right:

Metrodata mengeluarkan saham baru lewat mekanisme Right Issue atau disebut juga second offering untuk mengembangkan usahanya. Setiap pemilik 9 saham lama berhak mendapat 2 saham baru dengan harga Rp. 950. Hak untuk membeli saham baru inilah yang dimakan Right. Jika pemegang saham lama tidak mau membeli tambahan saham baru tadi, ia bisa menjual sebagaian atau semua Right yang ia miliki di pasar pada periode diperdagangkan. Jika memang mau menambah kepemilikannya, maka ia bisa mendapatkan saham baru Metrodata pada harga Rp. 950.

d) Warrant

Sama seperti Right, Warrant merupakan produk derivative dari saham yang memberikan hak untuk memebeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. Namun, sifat dari Warrant melekat pada obligasi.

contoh dari Warrant:

Misalkan Warrant I Indah Kiat, jatuh tempo pada November 2002, dengan harga Rp. 1000. Artinya jika anda memiliki Warrant I Indah Kiat, maka anda berhak untuk membeli atu saham biasa Indah Kiat pada bulan November 2002 pada harga Rp. 1000.

e) Opsi

Opsi merupakan produk derivative dari saham yang memberikan hak kepada pemiliknya untuk menjual atau membeli sejumlah aset finansial tertentu pada harga dan jangaka waktu tertentu.

Jenis Opsi:

1. Hak menjual (Put Option)

2. Hak membeli (Call Option)

Berikut adalah contoh dari Call Option:

Misalkan anda memiliki Call Option yang memberikan anda hak untuk dapat membeli saham suatu perusahaan dengan harga Rp. 1200 pada tanggal 25 Mei. Ternyata pada tanggal 25 Mei harga saham tersebut naik menjadi Rp. 1300, maka anda berhak untuk membeli saham tersebut hanya dengan harga Rp. 1200. Jika anda menjual saham tersebut pada saat itu juga, maka anda akan mendapatkan keuntungan Rp. 100 per lembar saham.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: