Serpihan-Serpihan Masa Lalu

July 30, 2008 at 10:27 am (Sastra dan Cinta)

Entahlah, sudah berapa lama serpihan-serpihan ini berserakan. Mungkin hampir 2 tahun. Serpihan-serpihan ini kembali aku temukan di lembaran-lembaran kertas yang terbengkalai dan puluhan memori yang tersembunyi jauh di ujung pikiranku. Serpihan-serpihan ini jika kamu mau menatanya, tak ayal, mereka pasti membentuk satu kesatuan utuh. Satu kesatuan yang banyak orang menyebutnya sebagai masa lalu. Bukan sekedar masa lalu yang telah bau dan bisu. Serpihan-serpihan itu jika disusun rapi, mereka mampu menciptakan masa lalu yang hidup; berbicara dengan lancar, bahkan mungkin ia bisa koar-koar. Entahlah, tapi yang pasti aku enggan untuk menyusunnya kembali. Kenapa ? Karena kalau ia tersusun utuh, bisa-bisa ia membunuhku. Lha koq bisa ? Jelas bisa. Ini serius. Masa lalu itu sengaja aku pecah menjadi serpihan-serpihan kecil karena saat itu ia mau membunuhku. Emangnya aku gila sehingga mau dikejar-kejar oleh pembunuh manusia nomor satu ?
Read the rest of this entry »

Advertisements

Permalink Leave a Comment

Kapan Berdaulat ?

July 30, 2008 at 7:24 am (Sastra dan Cinta)

Kapan Berdaulat ?

Katamu takbenci aku ?
Tapi, untuk mengajar pun takmampu.

Katamu, ini negara damai ?
Semalam kau acungkan pisau belati.

Katamu, harus menghormati ?
Toh juga kamu malah provokasi.

Katamu, katamu, dan kataku.
agamamu, agamamu, dan agamaku.

Aku tidak beragama !!!
Bebas dari katamu dan kataku sendiri.

Aku tidak beragama !!!
Lepas dari belenggu bodoh ideologi

Aku tidak beragama !!!
Terserah aku mau membunuh atau mencuri

Yang pasti,
aku tidak lena
akan dogma agama
yang membuat sengsara,
yang membungkam dogma beda
yang tenggelamkan kebebasan manusia
bersama surga dan neraka buatan mereka

~Yesalover, 28 Juli 2008~
~Bajingan dan asu orang yang mengatasnamakan agama untuk membenarkan penindasan kedaulatan orang lain~

Permalink 3 Comments

Kasus SETIA = Dekadensi Kedaulatan Minoritas

July 28, 2008 at 5:08 am (Asal Ngomong dan Curhat)

Sudah beberapa bulan lamanya saya tidak menggoreskan kata pada blog ini. Bukannya sibuk, hanya saja sekarang -entah kenapa- saya malas untuk terlalu berteoritis, ngurusi hal-hal non praktikal. Tetapi, tangan dan hati nurani saya tergelitik kembali untuk segera menjebak orang dalam hutan akademus tulisan-tulisan saya. Anda tahu, apa yang membuat saya geli untuk menulis ? sebuah –ooops, bukan sebuah, kumpulan- berita di televisi yang menyangkut masalah agama (atau apapun itu namanya). Sebagai seseorang yang tidak beragama, mestinya saya tidak usah repot-repot mikirin orang-orang bodoh yang mengaku beragama, padahal bahkan dia sendiri tidak tahu dirinya. Tolol. Tapi bagaimana lagi, cuma melalui tulisan-tulisan ini saja, saya dapat mengurangi kejengkelan terhadap orang-orang seperti itu. Apa pasal ? Beberapa bulan lalu, Ahmadiyah menjadi pergunjingan –maaf, mohon dibaca sebagai bahan pelecehan- orang banyak mengatasnamakan akidah. Dan sekarang, Anda bisa lihat sendiri, sekelompok penduduk kampung –yang memang kampungan- terlibat bentrok dengan mahasiswa SETIA (Sekolah Tinggi InjiliArastamar). Anda bisa baca sendiri beritanya di media-media massa belakangan ini, yang pasti, saya tidak akan membahas detil kronologisnya. Read the rest of this entry »

Permalink 4 Comments