Perbedaan Antara Filsafat Dengan Agama (Kristen, khususnya, kharismatik lebih khususnya)

November 29, 2007 at 6:52 pm (Asal Ngomong dan Curhat)

1. Filsafat memberikan alkohol pd lukamu, membuatnya semakin sakit. Hal
itu akan menyebabkan kmu tahan dg rasa sakit, mengerti rasa sakit, dan
mengambil hikmah dari rasa sakit. Sedangkan agama cuma memberikanmu
obat penenang dan obat bius, lukamu memang tidak akan terasa sakit, kmu
akan lupa dgn rasa sakitmu..Tp, ketika kmu lupa menggunakan obat bius,
kmu akan merasakan rasa sakit yg luar biasa, dan utk menghilangkan rasa
sakit itu, kmu harus menggunakan obat bius/obat penenang dgn dosis 2
kali lebih besar.

2. Filsafat tidak memberikan kepadamu
kebenaran, ia hanya menunjukkan jalan utk mencapai kebenaran. Sedangkan
agama akan memberikan kepadamu kebenaran, atau sesuatu yang diklaimnya
kebenaran. Apa itu memang benar ? (A adalah benar karena itu firman
Tuhan, dan firman Tuhan tidak pernah salah, jadi klo A itu salah, maka
liat statement sebelumnya )

3. Filsafat membuatmu mampu
menertawakan dirimu sendiri, dan mampu membuatmu menangis terhadap
realitas sekitarmu. Sedangkan agama hanya mampu menertawakan agama lain
(ajaran lain) dan membuat dirimu menangis, karena harus menanggung
doktrin moralitas (moralitas budak??)

4. Filsafat akan mengajak
orang lain merenungkan sesuatu yg sangat lazim, sedangkan agama akan
mengajak orang lain mengikuti doktrinnya.

5. Filsafat penuh
dengan kebebasan dan kemandirian utk mencari jawaban atas segala
pertanyaan, sedangkan agama penuh dgn jawaban atas segala pertanyaan
yang mutlak benar dan kita tidak boleh mempertanyakannya.

6.
Filsafat akan sangat terbuka dengan pemikiran orang lain yang berbeda,
sedangkan agama akan membuka pedang, cemoohan, dan kucilan terhadap
orang yang punya pemikiran yang berbeda.

7. Filsafat tidak
membutuhkan buku, sedangkan agama membutuhkan buku yang darinya segala
jawab atas pertanyaan tersedia, apa jadinya jika buku itu lenyap ??
Agama juga akan lenyap…..

8. Filsafat tidak membutuhkan ritual
khusus dalam mencari kebenaran, tetapi agama penuh dgn kultus-ritus
yang membuat orang lena dan itu menjadi sarana agama utk membius orang.

~Yesalover, agama menyadarkanku akan kemunafikan, pengucilan diri atas kehendak, dan moralitas yang dipaksa~

….to be continued….

24 Comments

  1. AGUNG S said,

    aq sarankan qm baca buku ‘matematika alam semesta’ karya arifin muftie.. bgs bgt.. smoga sang maha pencipta memberi petunjuk…

  2. michaeljubel said,

    gua gak menemukan korelasi antara spesifikasi agama kristen apalagi kharismatik. kayanya pernyataan-pernyataan di atas bisa berlaku untuk agama secara umum.

    anyway, met kenal.

  3. eruditely said,

    eruditely says : I absolutely agree with this !

  4. yohanes said,

    Sesuai dengan tag nya, sangat emosional :)) jika agama yang anda maksud label yang harus (karena tuntutan hukum) dimiliki tiap orang (sepaket dengan ritual2 dan aturan2 didalamnya) saya setuju.

    Tapi kalau yang anda maksud agama itu sebenarnya adalah bentuk kehidupan yang lahir karena pertemuan pribadi dengan Penciptanya dan penyerahan diri total, saya tidak setuju. Buat saya, ini adalah bukan sekedar obat, tapi hidup itu sendiri🙂

    Well, apa yang lahir dari otak hanya akan menyentuh otak orang lain (karena itu setiap hasil pemikiran selalu bisa didebat), apa yang lahir dari hati akan menyentuh hati (karena itu kasih tidak pernah gagal) dan apa yang datang dari roh akan menyentuh roh (karena itu kepuasan dan kebahagiaan sejati datang dari entitas yang kekal, bukan yang fana)

  5. yesalover said,

    🙂 Anda terlihat benar-benar sangat religius kawan…Anda bekata kalau Agama adalah hidup itu sendiri. Bagaimana dengan orang yang tidak beragama ? Apakah ia tidak mempunyai hidup ? Tahukah Anda, jika banyak orang yang tidak beragama malah mengalami hidup yang menurutnya adalah paling hidup ? seperti saya misalnya. Saya pernah beragama, sekarang saya tidak beragama. Sedangkan Anda, sepertinya Anda hanya pernah beragama, tapi tidak pernah tidak beragama. So, silakan merasakan bagaimana bebasnya ketidakberagamaan itu.

    Bisa tolong dijelaskan tentang kepuasan dan kebahagiaan sejati ? Setau saya, tidak ada entitas di dunia ini yang kekal, at least, tidak ada bukti-bukti bahwa ada sesuatu yang kekal, yah kecuali kekekalan itu sendiri, mungkin.

    Sapere Aude !!!

  6. ika said,

    aku bangga bisa baca tulisan kamu * bahkan kubuat shotcut * ( 2 hari ini ) tapi tenang… nggak ku copy paste….

    Menurutku:
    Nggak semua orang bisa sejujur kamu * dengan bangga proklamasikan diri bahwa kamu nggak beragama *. dan nggak ada kesalahan dengan pendapatmu.

    Setiap org yang beragama akan menjadi hamba agama itu, karena dia harus taat terhadap peraturan atau syarat yang berlaku; dimaksudkan meminimalis kesalahan dalam hidup jika kita taat dan menjalankannya.

    tapi sejauh aku percaya ma TUHAN YESUS – yang adalah TUHAN atas semesta, dan Allah atas segala allah – dan yang kamu sebut BANGSAT, yang aku alami adl BERJALAN BERSAMA-NYA, dan itu tidak tergantikan oleh apapun. Mungkin saat ini kamu blom bisa merasakan apa yang aku rasakan tapi aku percaya akan ada satu titik jenuh, dan hatimu penuh dengan kekosongan ( yang kamu sebut kebebasan – dan YESUS sangat menghargai itu ) kamu akan pangggil namaNYA dan kamu akan mendapatkannya…
    Pernah beragama kan?
    masih inget ayat ini nggak… ” Bumi dan langit juga seluruh isinya akan lenyap… tapi Firman KU akan tetap selama² nya”

    Yesaya46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

    God Bless You

  7. yesalover said,

    @ ika
    Aq senang bisa dapat komentar dari kamu…I’m proud of it…
    Tapi, aq ingin dapat berdiskusi lebih lagi dengan kamu…Sayangnya, kamu enggak meninggalkan contact sama sekali. Aq harap, kita bisa berdiskusi lebih lagi lewat E-mail. Karena, hanya dengan itu, mungkin, aq dapat mengerti maksud kamu lebih lagi…

    Ok2 ?

    Sapere Aude

  8. yesalover said,

    P.S. Pembuktian tulisan saya ini dapat dilihat secara langsung pada komentar-komentar para sahabat saya pada artikel ini…Ini merupakan pembuktian mutlak atas tulisan saya.

  9. Yabes said,

    Banyak2 Blajar lagi ya….

  10. nelson said,

    @ Yabes…
    loe klo ngomong pake alasan dunkz…nyuruh orang belajar, emang loe tau apa ?

  11. nelson said,

    @ Yabes…
    loe klo ngomong pake alasan dunkz…nyuruh orang belajar, emang loe tau apa ? Kalau mau nyanggah, pake argumen yg jelas…jgn cuma nulis “Banyak2 Blajar lagi ya…”…Tolol bgt !

  12. wi-dy said,

    cukup bijak bro..klo jadi filsuf emang kita bakalan makin bijak..cuman gw rada kurang setuju ama poin baca buku..soale gw jg dapet banyak filsafat waktu baca buku…

  13. feri said,

    anda salah jika menyalahkan agama, yang salah adalah manusia itu sendiri, yang menciptakan agama,filsafat pada dasarnya cara manusia mencari,yang tidak di batasi nilai benar atau salah. itu memang uniknya dan enaknya berfilsafat,tapi ingat filsafat yang tidak membuat kita mempunyai rasa takut akan Tuhan akan menghasilkan tirani.

  14. popeyeholic said,

    Karl Marx pernah bertutur kata tentang agama: ” Agama adalah keluhan para makhluk tertindas, jantung-hati sebuah dunia tanpa hati, jiwa untuk keadaan tak berjiwa. Agama menjadi candu rakyat!”…

    tau ga maksud si max itu apa?

    menurut gw maksud si max itu klo dibaca dengan konteks filsafat, bisa dibilang sangat jujur dan mulia, karena bisa memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi kelangsungan ‘keberagamaan’ umat manusia itu sendiri melalui kritisisme yang dikembangkannya. Tapi, kalo kita lihat dengan tafsir teks suci yang baku, sebagaimana dianut oleh kebanyakan kaum agamawan, seperti pendeta, bhikku dan ulama, perkataan Marx di atas merupakan ungkapan yang kasar, najis dan menghina agama, tidak bisa diterima! Maka dikultuskanlah Karl Marx, sebagaimana Nietczhe dan Engels sebagai ikon ateisme artinya tidak percaya kepada keberadaan Tuhan, a dan Teis.

    jadi agama n filsafat bertolak belakang bgt…klo dikaitin bakalan timbul adu argumen yg ga ada abisnya…

    buat ts klo punya waktu gw pgn tuker pikiran…
    YM : papai_screamo
    hp : 0857 216 15 816

  15. Laurent said,

    ah masa sih…
    rasanya aq ga setuju klo filsafat n agama bertolak belakang…
    klo dirunut lagi bukannya ada hal2 baik juga dalam agama… maksud gw… dalam agama dan filsafat ada persamaan dan perbedaan…
    gw kira manusia mempertanyakan cara berpikirnya dan Tuhan adalah karena ia ingin mengenal dirinya sendiri.

    Klo maksud si max itu, gw menangkapnya adalah agama memang menjadi candu masyarakat karena masyarakat membutuhkan pengharapan dan pegangan demi mencapai kebahagiaan. dan ajaran agama memberikan hal itu pada masyarakat. akan tetapi masyarakat dialihkan kepada agama bukan kepada Tuhan. bbrp ahli agama memanfaatkan posisinya untuk mempengaruhi masyarakat demi kepentingan sendiri.

    Bagi gw entah agama or filsafat tidak lebih benar atau lebih salah, tergantung bagaimana seseorang melihatnya. Satu hal yang sama bisa dilihat berbeda oleh orang yang berbeda.

    Agama dalam hidup gw lebih condong ke tata cara atau tradisi atau sopan santun, penghormatan untuk lebih dekat dengan Tuhan menurut pandangan orang jaman dahulu yang mana dipengaruhi oleh kebudayaan manusia. Tuhan selalu ingin dekat dengan manusia melalui berbagai cara. Oleh karena itu, Ia memberikan pesan tidak hanya lewat kitab suci, ajaran agama, filsafat, tapi juga senyuman seseorang, musik, langit biru, matahari, semilir angin, keluarga, dll.
    Walaupun seseorang berusaha menjauh dari Tuhan, entah bagaimana Ia akan membuat orang itu mendekat lagi padaNya karena bagi Tuhan kamu itu indah. Kamu adalah makhluk yang berharga. Kamu adalah kesayangan Tuhan.

    Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Akan tetapi, akan sangat menyenangkan jika setiap orang bisa merasakan kedekatan dengan Tuhan dengan cara yang sudah disiapkan oleh Tuhan.

  16. Laurent said,

    ah lupa, ada buku yang bagus, recommended :
    Conversation with the God

  17. saviour band said,

    agama bkn hal yg untuk di perdebatkan….
    yg terutama bgmn cara kita mendekatkn diri pada Tuhan…
    Dunia semakin kacau…..Tuhan sdah mau datang….
    siapkan dirimu…….jgn sampai tertinggal….

    Apa kita sudah siap?

  18. hatake kibame said,

    klo menurut saya,,,mmg benar bahwa menyatakan bahwa persolan agama di kehidupan dibumi hanya menjadikan musuh besar untuk kehidupan manusia karena agama itu memiliki banyak pro dan kontra karena pembawaan agama…

  19. Ully Siregar said,

    Yah saya komentarnya sedikit saja, bahwa sesungguhnya ketika alam semesta dan segala isinya ini terjadi dan pastilah ada yang memulainya, tentunya Dia menamaidiriNya sebagai Yang Maha Kuasa, Yang Maha Tinggi, Yang Maha Ajaib Yang di Pertuan.

    Kalau Saudara ingin menguji apakah Yang Maha Tinggi itu ada, yang menciptakan langit dan bumi itu ada …..kenapa Saudara tidak masuk ke ruang yang sepi dan berteriak…..siapakah Kau sesungguhnya Yang menciptakan langit dan Bumi…..aku ingin tahu…..dan siapa yang muncul dihadapan Saudara pada saat itu…ya sembah saja Dia….kalau misanya yang muncul setan…..nah pada saat penghakiman akhir zaman nanti ternyata yang Maha Tinggi itu bukan setan….kan Saudara bisa claim..lho dulu kan aku kan pernah bertanya kenapa…You tak hadir…gitu jawabannya , atau mau specific lagi…tanya Tuhan Yesus apakah Kau benar Tuhan….kalau ya kata Yesus cepat2 sujud….nach kalau kahir zaman nanti ternyata salah ….Saudara bisa jawab…..lho dulu waktu kutanya Yesus apakah kau Tuhan….jawabnya Iya….lho kenapa Tuhan baru menyatakan diri sekarang……aku kan sudah bertanya…..karena ada pepatah malu bertanya sesat dijalan Saudara ku.

    Janganlah bersandar kepada diri sendiri, atau kepada kekuatan sendiri..banyak bertanya ..banyak jawabannya.

    Satu hal lagi..bahwa Yesus datang ke dunia ini untuk Saudara dan saya ..sampai-sampai Dia meninggalnya Sorga mengambil rupa manusia untuk merebut Kau dan saya dari keterikatan dosa manusia yang memberontak kepada Tuhan. Kenapa Dia mengambil rupa manusia ….karena Dia masih menyimpan misteri untuk masa yang akan datang….

    Yesus berasal dari Sorga…turun ke bumi….masuk ke perut bumi (mati)..bangkit ke bumi…dan kembali kepada asalnya yaitu ke Sorga (bukan dalam keadaan mati tapi hidup) dari sorgalah Dia mengamati keadaan manusia didunia. Yesus bukan seperti nabi yang lain …mati dan akhir zaman akan diadili

    Ketika Yesus didunia Dia berkata…aku akan menyertaimu sampai akhir zaman atau kesudahan dunia ini…..Aku akan memberikan kepada Taruna2 ku penglihatan2, mimpi dan nubuatan …terhadap apa yang terjadi dimasa yang akan datang.

    Hal yang disampaikanNya ketika berada didunia ini …. banyak yang digenapi Dia menampakkan diriNya kepada orang2 pilihanNya ….hal2 kejadian2 didunia ini banyak terlebih dahulu disampaikanNya kepada hamba2 pilihanNya.

    so bertanyalah…..Tuhan Yang Maha Tinggi adalah pencetus demokrasi …pertama…Dia memberikan pilihan kepada Saudara dan saya……buktinya Dia belum marah kok anda Atheis…….cuma segala sesuatu pasti akan berakhir……di akhir zaman nanti Dia akan meminta pertanggung jawaban kepada setiap orang….karena setiap orang berasal dari hembusan nafas Yang Maha Kuasa.

  20. Armeyn said,

    ahay!
    artikel yang cerdas dan menarik! jujur, saya juga sangat tertarik pada kedua hal tersebut: filsafat dan agama. tapi mungkin masih kalah sama sampeyan.. hihihi..

    intinya, saya cuma mau setuju dengan pemikiran bahwa agama tidak menyelamatkan. sama sekali. Tuhanlah yang menyelamatkan, sementara agama hanyalah kumpulan ritual sebagai sarana menuju kepadaNya.

    imanlah yang menyelamatkan. iman siapa yang paling benar? kita ini Tuhan apa ya, sampe bisa2 nya menilai iman orang lain? iman sendiri aja ndak bisa dinilai! hehehe.. maksud saya, peliharalah imanmu sendiri, sebelum membicarakan iman orang lain. deal?🙂

    saya ndak melarang kamu ngga beragama, tapi pahamilah bahwa agama berakar pada kebutuhan untuk membuat hidup seseorang teratur (“a” dan “gama” -> pelajaran SMA ini mah). mengapa perlu teratur? ya supaya ngga chaos. maka, tidak beragama tidak berarti tidak akan ada perang di dunia ini. tidak beragama tidak berarti tidak akan ada perselisihan di dunia ini. karena naluri bersaing memang Tuhan tanamkan pada pikiran kita.

    percayalah bahwa Tuhan itu ada. tapi jangan percaya bahwa tidak ada Tuhan.🙂

  21. abu said,

    inti nya cuma nyari yang bener n kebenran aja maka carilah dengan cara yang benar dengan PIKIRAN N HATI TUHAN MENJADIKAN 1 PAKET YANG LENGKAP PADA MANUSIA HATI N OTAK UNTUK MENUJU N DEKAT KEPADANYA………….

  22. alice said,

    karena keberadaan agama yang sesungguhnya ada dalam diri manusia itu sendiri..
    eksistensi manusia seharusnya memberikan kesadaran kepada diri sendiri untuk melihat bahwa selain pribadinya masih ada satu penyebab yang tidak disebabkan yang lain. itulah Allah.

    pemikiran manusia tidak akan dapat menyamai pemikiran Allah . yang bisa dilakukan oleh manusia hanyalah belajar untuk melakukan pendekatan kepada Allah yang menyatakan dirinya lewat adanya Alam semesta, eksistensi manusia, dan Alkitab (buku yang telah teruji kebenarannya)

  23. Tek Hin said,

    Test ..aku mau nimbrung nih

  24. Tek Hin said,

    Dear Yesalover,

    Filsafat adalah bagian dari agama , sedangkan filsafat sendiri mungkin bukan agama.

    Akan tetapi aku mengerti maksud tulisanmu , kamu membandingkan filsafat atheis dengan filsafat agama.

    Karena kamu asal ngomong dan curhat , aku jadi mau ikut nimbrung biar Asal Bunyi aja dah.

    Bunyinya begini :

    1)Agama memberikanmu lebih dari alkohol ( Mungkin Tinner !!), sehingga rasa sakitmu hanya sekali, hal itu akan menyebabkan kamu mengetahui asal usul penyakit, dan kamu tidak perlu sakit lagi.
    filsafat hanya memberikanmu obat penahan sakit dan lukamu tidak akan pernah sembuh ,sehingga kamu berputus asa dengan rasa sakitmu.
    Tapi ketika kamu lupa mempergunakan, kamu akan bingung karena tidak ada tempat bagimu untuk bersandar, untuk memahami agama tidak diperlukan obat bius dengan dosis ganda cukup dengan ketaatan dan kerendahan hati .

    2) Aku ngak mudeng nih

    3)Agama membuatmu lebih mampu untuk berkaca diri, mengapa kamu bisa tertawa dan mengapa kamu bisa menangis , sedangkan filsafat hanya mampu merekah rekah ,sebab agama dibangun dari hukum illahi bukan dari pikiran manusia yg masih bersifat hipotesis.

    4)Agama akan mengajak orang lain merenungkan sesuatu yang penting , darimana engkau datang kemana engkau akan pergi ?, sedangkan filsafat hanya memberikan argumentasi yg tak pernah usai.

    5)Agama kaya dengan pemikiran illahi untuk menjawab seluruh aspek kehidupan secara akurat , sedangkan filsafat mempunyai keterbatasan mutlak,maklum made in human.
    Agama terbuka oleh banyak pertanyaan , jawaban yg mutlak diperlukan untuk menghilangkan keraguan. Pilih mana yang pasti apa yang ragu ?

    6)Setuju , karena filsafat dibuat dari pemikiran manusia perlu mendapatkan masukan guna perbaikan ,agama yang baik bertindak bukan dengan pedang , cemoohan, dan kucilan tetapi dengan KASIH.

    7)Filsafat tidak memerlukan buku karena takut ketahuan salahnya , sedangkan agama berani menerbitkan buku karena terbuka terhadap semua orang dan dapat menjawab semua kritik,
    Pertanyaannya mengapa sudah ribuan tahun bukunya kok ngak lenyap??

    8)Filsafat memang tidak membutuhkan ritual dalam mencari kebenaran karena cukup pake otak aja kok? tapi sayang otak kita memiliki keterbatasan, Ritual dalam agama bukan untuk mencari kebenaran akan tetapi sebagai lambang ketaatan dan kerendahan hati., apakah itu salah?.

    Sekian , cape deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: