Sonet Untuknya

September 10, 2007 at 11:11 am (Sastra dan Cinta)

Katamu aku buta tak punya mata
toh aku tak merasa redup
atau bahkan gelap gulita
toh kutetap mendengar angin sayup

Katamu aku tuli, takdapat mendengar
Tidak, aku dapat menyimak setiap
dengkur kuncup yang mekar
dari jiwa lelah dan tertidur lelap

Aku selalu diam, pasrah, dan hening
saat kau perkosa kuncup itu
di balik bilik dan dinding

Ketika aku melihat, mendengar
kamu melengos penuh nafsu
aku mengerti dan akhirnya sadar !

~Broken Hearted, 10 September 2007~
~Siapa yang buta, siapa yang tuli, hanya hati yang mengerti~

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: