Sonet Untuk Yesa II

September 19, 2007 at 3:29 am (Sastra dan Cinta)

 

Aku takmau tenggelam pada
rembulan

Terombang-ambing oleh angin malam

Yang menyapa pasangan dalam peraduan

Menyambut datangnya sang kalam

 

Aku takingin lepas bebas ditelan sepi,

Hanyut akan liur binatang-binatang jalang

Mencoba menggerogoti sisa-sisa cinta ini

Yang masih tersisa dari ladang gersang

 

Aku taksanggup lama-lama berendam

Pasrah 
pada lumpur yang menghisap habis

Tiap jengkal jejak-jejak asa; terpojok diam

Menanti tali surga mengecup sang gadis

 

Aku takmau, takingin, taksanggup jika harus

Meretas pagi, menjemput senja tanpa mimpi

 

~Broken Hearted, 17 September 2007~

~Vera, Yesa, sama
saja suatu yang menyesakkan dada~

Powered by ScribeFire.

Advertisements

Permalink 2 Comments

Sonet Untuk Yesa I

September 19, 2007 at 1:29 am (Sastra dan Cinta)

 

Matamu  berbinar merah

sangat marah

mungkin lebih malah

kaubuat ku terluka berdarah

 

Lemah, akupun  susut

berharap ajal ‘kan surut

Menghela nyawa yang tercabut

Sisih dalam padatnya kabut

 

Aku yakin telah lenyap tiada

Menapaki lantai-lantai surga

Menyapa dia, sang mahakuasa

Yang menyepuh penat jiwa

Dengan seribu bahasa nirwana

Lalu kataku, “kau tuhanku, Yesa !”

 

~Broken Hearted, 18
Septermber 2007~

~Yesa, sudahkah aku
beribadah padamu ?~

Powered by ScribeFire.

Permalink Leave a Comment

Untuk Yesa II

September 18, 2007 at 1:58 am (Sastra dan Cinta)

Kutenun kabut,
yang aku cabut
bersama dingin
dan tiup angin

Aku ‘kan serahkan
semua kenangan
dan kurelakan
dirimu tuk setan

Powered by ScribeFire.

Permalink 1 Comment

Untuk Yesa

September 13, 2007 at 8:54 am (Sastra dan Cinta)

Mengerjap kerlip bintang, lamunkan angan kenangan yg bermuara akan
kekaguman sosok ayu yang bersembunyi di balik tirai lugu. Ketika itu,
kalbu menderai sepi, sembari memasung satu hati. Luluh dalam sorot
mentari dan janji terpatri, menggulung seribu mimpi bersanding mesra
pada memori senja. Hanya sekali aku bersua, tuk menggenggam jiwa.

~Broken Hearted, 13 September 2007~
~Yesa, aku masih ingin menggenggam jiwa~

Powered by ScribeFire.

Permalink 1 Comment

Sonet Untuknya

September 10, 2007 at 11:11 am (Sastra dan Cinta)

Katamu aku buta tak punya mata
toh aku tak merasa redup
atau bahkan gelap gulita
toh kutetap mendengar angin sayup

Katamu aku tuli, takdapat mendengar
Tidak, aku dapat menyimak setiap
dengkur kuncup yang mekar
dari jiwa lelah dan tertidur lelap

Aku selalu diam, pasrah, dan hening
saat kau perkosa kuncup itu
di balik bilik dan dinding

Ketika aku melihat, mendengar
kamu melengos penuh nafsu
aku mengerti dan akhirnya sadar !

~Broken Hearted, 10 September 2007~
~Siapa yang buta, siapa yang tuli, hanya hati yang mengerti~

Powered by ScribeFire.

Permalink Leave a Comment

Memoar Aku

September 10, 2007 at 2:58 am (Sastra dan Cinta)

Aku…
menatap nirwana
mengurai warna dunia
bergelut melawan duka

Aku…
melawan waktu
mengangkangi nafsu
mencari dia satu

Aku…
tertatih letih
menyisir butir kasih
walau trus tersisih

Aku…
diam, kelu, teronggok
sampah yang terpojok
hina penuh borok

Aku..
menanti tiap luka
menjadi bara
tuk kembali padanya

~Broken Hearted, 10 September 2007~
~Sajak untuk jelitaku kelak~

Powered by ScribeFire.

Permalink Leave a Comment

Indonesiaku

September 8, 2007 at 1:46 am (Sastra dan Cinta)

Indonesia raya!!!
kutertawa mendengar itu
Kudengar mereka berteriak;
‘Indonesia’, aku pun terisak!

Lucu, saat kata bangga
melantun di mulut mereka
apa kata dunia?
bangga akan apa?

Lihat, bocah lapar dahaga
mereka tidak butuh retorika
apa kita bangga?

Pengemis itu tertawa bung!
Ketika koruptor merajalela
dan kita ? diam takberdaya

Apa kita bangga?
basuh mulutmu dengan utopia,
yang penuh luka menganga

Indonesia tidak perlu retorika,
atau simbol belaka
Indonesia perlu aksi nyata
bukanlah arogansi swasta !!!

~Bandung, 8 September 2007~
~Arogansi swasta, kebodohan nyata Indonesia~

Powered by ScribeFire.

Permalink Leave a Comment

Sang Dara

September 8, 2007 at 1:18 am (Sastra dan Cinta)

Senyummu…
membuatku kaku
diam lesu

Tatap sayu
menjadikanku bisu,
diam kelu

Inikah cinta itu ?
atau hanya nafsu,
atas tubuh mungilmu

Melambai dan mengalir
jatuh dan tertunduk
mengurai ulir
pasrah bak anjing buduk

Terhenti nalar
rapuh pula pikir
Diam dan nanar
menerka takdir

~Bandung, 8 September 2007~
~Ketika ia kutemukan di sela-sela kesibukan PMB~

Powered by ScribeFire.

Permalink 1 Comment

Dedicated 4 Her

September 8, 2007 at 12:47 am (Sastra dan Cinta)

Bersama matahari senja,
kutoreh sejenak penat,
 luka yang merupa

Seiring dengan tangis para perawan
kulepas segala harapan
yang berdiam;teronggok kelam

Lamunan terhenyak reda
tatkala ia berlari cepat
menyepuh beranda luka

~Bandung, 8 September 2007~
~Relung hati dengan luka pasti~

Powered by ScribeFire.

Permalink Leave a Comment