Solidaritas Kampungan

June 26, 2007 at 5:58 am (Sastra dan Cinta)

Kurasa tetes peluh jatuh
ketika ku terus mengais
diselingi tawa mereka

Kuterka mereka tak membasuh
darah yang tersapu gerimis,
korban dari sebuah nama

Kudengar mereka mengeluh
atas darah korban yang amis,
mereka mungkin telah lupa

darah itu bagian solidaritas
tapi mereka anggap itu sampah
dari eksistensi komunitas

Kurasa peluhku semakin deras
ketika kucoba mencari sampah
dengan takut dan cemas

kalau-kalau mereka telah amblas
terkubur bersama ucap pongah
mereka atas nama senioritas

~Broken Hearted, 26 Juni 2007~
~Kepada mereka yang mengaku solider~
~Solider kampungan~
~Didedikasikan utk manusia yang dianggap sampah~

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: