Solidaritas Kampungan

June 26, 2007 at 6:32 am (Asal Ngomong dan Curhat)

    Saya heran, banyak orang Indonesia yang mengklaim dirinya solider, padahal takubahnya hanya sebgai oportunis. Menurut saya, solidaritas tidak mengenal adanya motif. Solidaritas semestinya dapat ditemui pada dua sisi kehidupan, saat senang dan saat susah. Andaikata, solidaritas hanya ditemukan di saat senang, atau bahkan saat susah, itu namanya solidaritas kampungan.Berdasarkan pengalaman saya, yang namanya kesolidaritasan -dari dulu- tidak dapat dibentuk dalam waktu singkat, hanya beberapa minggu atau beberapa hari, dan tidak dapat dibentuk pula hanya dari tekanan yang dipaksakan. Pembentukan kesolidaritasan itu membutuhkan proses, ada suatu tenggat waktu untuk mendapatkan makna dari masing2 subjek yg terlibat dalamnya, di mana faktor itu adalah bibit dari kesolidaritasan. Lagipula, kesolidaritasan harus mempunyai landasan jelas, seperti tujuan dan fundamentalnya. Andaikata solidaritas tidak mempunyai tujuan yang baik -dalam artian moral, nilai, etika yang berlaku saat ini-, maka hasilnya juga hanya berupa solidaritas kampungan. Contoh nyatanya ya, solidaritas di IPDN itu. IPDN membentuk solidaritas kampungan yang sangat kuat dengan mengadakan OSPEK atau semacamnya. Sistem OSPEK -atau semacamnya- yang berlaku di IPDN telah menghasilkan solidaritas kampungan antara senior dan junior. Sialnya, solidaritas kampungan ini akan terbawa terus, mereka akan saling melindungi jika salah satu anggotanya sedang tersangkut masalah hukum. Misalnya, ketika ada salah seorang pekerja di sebuah institusi negeri ketahuan melakukan tindak korupsi -karena mayoritas isi institusi itu adalah orang2 ex-IPDN- maka seisi institusi itu akan berusaha melindungi oknum itu. Alhasil, aparat pasti akan kesulitan melakukan investigasi. Read the rest of this entry »

Permalink 3 Comments

Solidaritas Kampungan

June 26, 2007 at 5:58 am (Sastra dan Cinta)

Kurasa tetes peluh jatuh
ketika ku terus mengais
diselingi tawa mereka

Kuterka mereka tak membasuh
darah yang tersapu gerimis,
korban dari sebuah nama

Kudengar mereka mengeluh
atas darah korban yang amis,
mereka mungkin telah lupa

darah itu bagian solidaritas
tapi mereka anggap itu sampah
dari eksistensi komunitas

Kurasa peluhku semakin deras
ketika kucoba mencari sampah
dengan takut dan cemas

kalau-kalau mereka telah amblas
terkubur bersama ucap pongah
mereka atas nama senioritas

~Broken Hearted, 26 Juni 2007~
~Kepada mereka yang mengaku solider~
~Solider kampungan~
~Didedikasikan utk manusia yang dianggap sampah~

Powered by ScribeFire.

Permalink Leave a Comment

Captivated (True Worshipper)

June 15, 2007 at 11:18 am (Christian Lyrics)

 

Do =  E ,   4/4

8 Beat

♪ = 69-73

 

Intro  :  l E .  .  .  l B .  .  .  l C#m .  .  .  l A  .  .  .   l

 

         E       

Jesus You

                                                     B

  You hold the world with Your unfailing love

                                                  A

The heaven sings Your praises from above

                                    

In Your name lips shall praise

                      E

And knees shall bow

                  

Read the rest of this entry »

Permalink 15 Comments

BAB I

June 14, 2007 at 11:54 am (My Novel)

Yang, Tunggu Aku Yah…

 

Kembali lagi aku padamu,

Setelah surga memisahkan kita

Kan kunyanyikan lagu syahdu

Setelah ego membungkam segala fakta

Aku, akan kembali mengaku

Aku adalah binatang liar tak berguna

Jika tanpamu di sisiku

Keretaku, Lodaya, baru saja meninggalkan stasiun Bandung. Ia dengan tersipu-sipu menelusuri setiap jejak panjang yang ada, sembari sesekali menghela nafas panjang. Dalam gelapnya malam, ia terus berlari demi harapan-harapan penumpang untuk sampai di tujuan. Aku, duduk di gerbong nomor 2 kelas bisnis, di bangku no 15 D. Letak kursiku itu tidak jauh dari toilet. Jadi, sesekali aku dapat menghirup aroma khas dari segala macam kebusukan manusia yang keluar darinya, bercampur dengan kemunafikan yang mencoba menutupi kebusukan itu. Di sebelahku, duduk seorang pria –yang jauh lebih tua dariku- mengenakan setelan kemeja dan blue jeans. Ia dari tadi hanya diam, sembari terus mengipaskan ujung kerah bajunya. Ia mungkin merasa gerah. Maklum, walaupun di kereta bisnis disediakan kipas angin, sayangnya, kipas angin yang paling dekat denganku tidak dinyalakan. Mungkin rusak, karena biaya maintenance kereta sudah habis untuk membayar ongkos prostitusi atasan, atau mungkin juga sengaja dimatikan oleh penumpang di belakangku gara-gara ia takut kebusukan politisnya tercium dan tersebar ke mana-mana. Yang pasti, orang di sebelahku itu dari tadi terus menggerutu. Menurutku, dia lumayan bodoh untuk orang seumuran dia. Bagaimana tidak ?Mustinya dia tidak memakai kemeja di dalam kereta bisnis seperti ini. Apa dia tidak tahu jika iklim Negara ini dari hari ke hari makin panas ? Panas akibat illegal logging, panas akibat dagelan politis, ataupun panas akibat skandal-skandal anggota DPR. Ah, apa urusannya denganku ? Untukku, sudah jauh lebih cukup jika aku hari ini dapat kembali lagi pulang ke Jogjakarta. Momen ini memang sangat aku nanti-nantikan. Sudah lebih dari 2 bulan aku tidak kembali ke Jogjakarta. Selama 2 bulan itu, aku melakukan berbagai macam persiapan untuk mengikuti ujian seleksi perguruan tinggi. Alhamdulilah, aku akhirnya diterima di ITB. Kalau dipikir-pikir, hal ini tak ubahnya sebagai mimpi yang menjadi kenyataan untukku. Yah, untungnya aku sekarang sadar jika ini bukanlah mimpi, It’s real. Mungkin hal itu juga yang menyebabkan aku malam ini sulit untuk memejamkan mata. Biasanya, jika aku melakukan perjalanan jauh di malam hari, aku pasti akan segera terlelap, berharap setelah bangun nanti, aku telah tiba di kota tujuan.

Banyak hal yang mengganggu pikiranku saat ini. Mulai dari berbagai pertanyaan filosofis mengenai hakikat manusia hingga mimpi-mimpiku di masa depan. Tetapi, dari sekian banyak pikiranku itu, ada satu hal yang benar-benar membuatku terjaga; rencanaku untuk kembali mencoba memeluknya Read the rest of this entry »

Permalink 2 Comments

Perjanjian Pertahanan Singapura Dengan Indonesia

June 10, 2007 at 5:47 am (Berita Nasional)

Pagi ini, saya sempat terkejut membaca detiknews perihal perjanjian pertahanan antara Singapura dengan indonesia.Perjanjian yang sudah telanjur disepakati itu, dinilai anggota Komisi I DPR Permadi terlalu merugikan Indonesia. Perjanjian itu ditengarai mampu menyebabkan Indonesia kehilangan kedaulatan wilayah udara, perairan, maupun daratannya. Hal ini disebabkan Singapura memiliki wewenang untuk melakukan latihan perang di wilayah Indonesia.
Menurut saya, perjanjian ini memang layak untuk dipertimbangkan kembali, apalagi mengingat isi perjanjian yang masih memiliki beberapa celah untuk disalahgunakan. Berikut ini, saya lampirkan isi perjanjian tersebut. Pembaca yang budiman dipersilakan untuk menilai isi perjanjian itu. Read the rest of this entry »

Permalink 6 Comments

Resume Pelatihan Pasar Modal 2 (Analisis Teknikal)

June 10, 2007 at 4:12 am (Pasar Modal, Ekonomi, dan Bisnis)

· Analisis Teknikal

Sebenarnya, ada 2 tipe analisis yang dipakai untuk menganalisis pergerakan saham, yaitu analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental lebih ditujukan untuk menganalisis fundamen keuangan perusahaan (why), sedangkan analisis teknikal ditujukan untuk mengetahui pola pergerakan saham berdasarkan –biasanya- grafik historis (when to buy ). Jadi, pengertian dari analisis teknikal adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga dan tren pasar di masa depan melalui studi grafik historis dengan pertimbangan harga instrumen, volume perdagangan dan bila mungkin minat atas instrumen (the Reuters Financial Training Series, 1997). Analisis ini didasarkan pada beberapa prinsip basic, yaitu :

o History Repeat Itself

Sejarah biasanya akan terulang lagi, sehingga pola pergerakan saham pun dapat diketahui.

o Price Discount Everything

Harga saham mampu merefleksikan kondisi kejadian yang mempengaruhinya, baik secara internal maupun eksternal.

o Price Move in Trends

Harga saham akan selalu mengikuti tren, baik tren naik maupun tren turun, sehingga harga saham pun akan sangat tergantung oleh isu.

Alat bantu untuk menganalisis data-data historis biasanya berupa grafik ataupun chart, beberapa di antaranya adalah :

Read the rest of this entry »

Permalink 11 Comments

Resume Pelatihan PAsar Modal

June 9, 2007 at 3:24 am (Pasar Modal, Ekonomi, dan Bisnis)

Pelatihan Pasar Modal Oleh Danareksa

Unpar, 7-8 Juni 2007

 

Suatu kesempatan besar bagi saya dapat mengikuti pelatihan pasar modal yang diadakan oleh Danareksa. Pelatihan ini tidak gratis, harus membayar, tetapi karena teman saya mempunyai kekerabatan yang cukup dekat dengan pihak Danareksa, saya dan 4 orang teman lain dari KSEP ITB dapat mengikuti pelatihan ini dengan cuma-cuma. Pelatihan ini diadakan di Universitas Parahyangan, Bandung selama 2 hari, yang tiap harinya terdiri dari 2 sesi. Acara dimulai pada pukul 09.00-16.00 dan pada hari kedua, acara ditutup dengan simulation trading.

Read the rest of this entry »

Permalink 1 Comment