Pasuruan Berdarah, Siapa yang Bertanggung Jawab ?

May 31, 2007 at 4:55 am (Berita Nasional)

    Insiden kemarin, sungguh sangat mengecewakan. Sebuah tragedi kemanusiaan kembali menimpa bangsa ini, seolah-olah bangsa ini memang sudah tidak mengenal adanya Hak Asasi Manusia lagi. Jika dilihat penuturan warga maupun wartawan yang kebetulan meliput aksi protes warga itu, ada beberapa ketidakdewasaan bangsa ini yang memang sudah sangat sulit untuk diperbaiki lagi.
    Pertama,
kultur anarkis yang sering menyertai setiap aksi protes. Hal ini dapat dilihat ketika warga Desa Alas Progo dengan beringas menyerang wartawan yang notabene tidak terlibat dalam kasus sengketa tanah itu. Beberapa wartawan (klo ga salah dari metro TV dan trans7) mengalami lula-luka akibat aksi pelemparan batu oleh warga. Sungguh sangat disesalkan. Walaupun iklimnya tidak kondusif -mengingat buntunya perundingan lebih lanjut-, seyogianya warga tidak usah terburu-buru melakukan aksi anarkis, apalagi yang diserang adalah orang yang tidak terlibat sengketa itu.
    Kedua,
tingkat pemahaman hukum yang masih rendah. Sebenarnya kasus ini telah diselesaikan melalui pengadilan, tetapi warga yang mengalami kekalahan, tetap mencoba untuk mendapatkan hak pengelolaan tanah tersebut. Berdasarkan www.detiknews.com, tanah itu sebenarnya memang telah dibeli oleh TNI AL pada tahun 1960-an, tetapi penggunaannya memang tidak berjalan semestinya. Saat ini, pihak TNI AL menginginkan kembali keberadaan tanah itu untuk digunakan sebagai pusat latihan tempur. Semestinya, warga juga harus rela untuk pergi dari tanah tersebut, bukankah tanah itu secara yuridis merupakan tanah milik TNI AL ?
    Ketiga, pihak marinir juga (menurut pendapat saya) terlalu berlebihan dalam menyikapi protes itu. Saya memang yakin jika keadaan mereka sangat terdesak. Tetapi, hal itu bukanlah suatu pembenaran untuk menembak warga sipil.  Beberapa sumber mengatakan jika peluru yang mengenai warga  merupakan peluru pantulan ( ricochet), tetapi hal ini malah menimbulkan satu pertanyaan baru, mengapa peluru itu ditembakkan ke arah bawah (tanah), padahal di situ sangat banyak warga yang berlarian. Apakah mereka tidak sadar dengan resikonya ? Mestinya, untuk kalangan militer seperti mereka, resiko dari berbagai macam cara penggunaan senjata api sudah mereka ketahui. Mengapa mereka tidak menembak ke atas sebagai tembakan peringatan ?
    Beberapa hal di atas mengindikasikan jika bangsa ini memang masih belum cukup dewasa. Terkadang, saya juga jengkel sendiri melihat berbagai peristiwa yang terjadi pada bangsa ini. Entahlah, apa yang salah dengan bangsa ini. Mungkin mental-mental Pancasila masih belum terbentuk. Apa ini juga disebabkan pendidikan kita yang notabene masih menganut prinsip IPDN nan feodal ??huehuehue..entahlah, yang pasti generasi muda seperti sayalah yang harus menubah bangsa ini secara perlahan-lahan.

~Broken Hearted, 31 Mei 2007~
~Turut berduka atas insiden Pasuruan~

Powered by ScribeFire.

3 Comments

  1. diditjogja said,

    kultur represif yang tak bisa hilang……

  2. diditjogja said,

    kultur represif yang tak bisa hilang……

    *eh dah bangun bos…..apakabar?*

  3. raft282 said,

    Di Kompas Minggu 3 Juni 2007 kemarin, Wapres Jusuf Kalla menyampaikan Statementnya soal Pasuruan.
    Pertama biasalah beliau, berbela sungkawa…
    Kedua, dia bilang klo Pulau Jawa sudah terlalu padat penduduknya, Jadi Soal Tanah Harus Dicari Solusinya, yaitu Penekanan Tingkat Kelahiran Penduduk dan peningkatan Produktivitas…

    Klo gua bilang Solusinya Serem..Apakah cara “penekanan Tingkat Kelahiran Penduduk” itu harus “Mbantai” Orang-orang kayak di Pasuruan????
    Berarti Bkalan ada pembantaian besar-besaran di pulau jawa..utk mengurangi kepadatan penduduk..Who Knows..(Hihihihi…Atut!!)
    Yang Jelas Statement Wapres Tadi dipahami hampir sama oleh Dosen Saya, Bokap Saya, Cewek Saya, Dan Saya sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: