tuhanku

May 28, 2007 at 8:50 am (Sastra dan Cinta)

Malam ini, tuhanku muncul kembali

Mencuri kelopak bunga malam yang seharusnya layu dan

membawanya pergi;

 

Entah, mungkin ia telah meninggalkan,

sepucuk surat keabadian yang bertuliskan

kenangan-kenangan dari tuhanmu yang agung,

tuhan yang jadi prasyarat syair ini tercipta;

tuhan yang telah mengantarkan jiwa,

ke dalam pelataran terpasung

ia, tuhanku, tempatku menambatkan harapan

yang terselimuti benci dan dendam

ia, tuhanku, telah kucoba bunuh,

menusukkan sebilah pisau lusuh

berharap ia sirna lenyap

agar jiwa ini tenang, tidur lelap

 

~Ketika tuhan itu bangkit lagi, mencuri kelopak bunga malamku~

 

powered by performancing firefox

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: