Bunga dan Ilalang

May 27, 2007 at 6:47 am (Sastra dan Cinta)

Desah angin kering menyambut;
Bunga yg mekar lembut
Tegak menantang ilalang yg kusut;
Yang mereka jadikan kasut

Ku petik setangkai ranum,
Bunga yang membuat iri ilalang
Menaruhnya di perapian tanpa senyum.
Kataku : kau lebih layak hilang

Bersama wangi,
Yang pernah kutuai
Dengan kuntum yang dulu indah,
Menjadi puji bagi peziarah

Biarlah kau pergi, hilang;
lalu kau akan menjadikan ilalang,
sebagai satu2nya keindahan
bagi tiap jiwa lelah dan penasaran

~Broken Hearted, Jakarta, 20 Desember 2006~
~In memoriam, kepada sang bunga yang menginjak ilalang~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: