Mengenai Kepercayaan Saya

May 26, 2007 at 11:52 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Apakah Anda Percaya Yesus Sebagai Tuhan ?

Pertanyaan di atas sangat sering ditanyakan oleh orang-orang di dekat saya. Untuk saya pribadi, saya tidak terlalu mempermasalahkan, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan. Yesus untuk saya lebih dari sekedar Tuhan yang hanya akan memberikan keselamatan pada orang-orang yang beriman padaNya. Dia merupakan suatu hal yang memang tidak bisa diterangkan dengan nalar . Tetapi, entahlah, saya memang percaya akan kuasaNya dan saya memang percaya sifat-sifatNya. Mungkin saya tidak dapat memastikan apakah Yesus yang dipercayai oleh orang kebanyakan sama dengan Yesus yang saya percayai. Saya juga tidak dapat memastikan wujudNya, apakah Ia berupa Roh, atau semacam bisikan nurani, atau hanya halusinasi saya. Tetapi, Dia sangat berarti untuk saya. Saya masih ingat ketika sekitar 4 bulan yang lalu, seseorang dengan seenaknya mengatasnamakan Yesus utk sebuah pembenaran atas tindakannya terhadap saya. Ketika orang itu berbicara mengenai Yesus, saya merasa, sosok Yesus yang saya kenal bukan seperti itu.
Yesus itu adalah sahabat saya, saat saya merasa sendiri dan terpuruk akibat saya yang terlalu keras kepala dan egois, Ia selalu bisa menentramkan saya (entah bagaimana caranya). Saat saya mempunyai ketetapan pikiran yang menyangkal keimanan, entah kenapa, dalam pikiran saya terlintas suatu pikiran yang membenarkan keimanan. Ketika saya mempunyai pemikiran yang buruk, entah kenapa ada sesuatu yang memberikan saya dorongan untuk berpikir positif. Ketika saya sedang berada dalam keputusasaan, entah kenapa ada sesuatu yang berkata dalam pikiran saya untuk tetap tegar berdiri. Bagi saya, itulah Yesus yang sejati. Dan saya memang percaya jika ada kekuatan di luar entitas kita yang secara independen beserta kita. Kekuatan itu, menurut saya, bukan semacam makhluk halus atau sejenisnya, kekuatan itu seolah2 dapat melebur dalam pribadi saya, tetapi saya dapat merasakan jika ia memang independen. Bingung ya ?? Saya juga sulit mendeskripsikannya. Apakah saya yakin itu adalah Yesus ?? Bagi saya, sekali lagi, tidak masalah apakah Ia bernama Yesus atau Lucifer. Satu-satunya yang saya tahu, Ia telah membimbing saya melalui setiap tapak-tapak kehidupan ini. Lagipula, semakin saya menyadari hakikat saya, semakin saya melihat keberadaanNya yang sangat jelas. Bagi saya, melihat aksi nyataNya dalam hidup ini, sudah lebih dari cukup. Lalu, apakah saya mengharapkan keselamatan dari kepercayaan saya itu ?? Keselamatan atau kecelakaan, bukan suatu tujuan final dari kepercayaan saya. Jika memang akhirnya saya tidak selamat (walaupun saya sudah percaya Dia dan jika keselamatan itu memang ada), saya tetap tidak akan menyesal. Toh, pada hakikatnya Dia telah terlalu banyak menemani saya ketika saya melalui tapak kehidupan. Yang pasti, saya sampai sekarang masih heran, ketika banyak orang yang mempercayaiNya hanya untuk memperoleh keselamatan. Menurut saya, Dia terlalu berharga jika dibandingkan keselamatan itu sendiri. Apakah mereka tidak dapat merasakan keberadaanNya ???
So, bagi saya, agama bukanlah suatu parameter yang harus pasti absolut benar dan dituruti. Agama bagi saya tidak lebih dari salah satu sarana agar hubungan saya denganNya lebih dekat lagi. Faktanya, sampai saat ini, ada banyak hal yang mampu mendekatkan saya denganNya, tidak hanya terbatas oleh agama saja. Sebagai contoh, filsafat. Banyak filsuf yang menyangkal keberadaanNya (Dia yang saya maksud tidak mesti suatu sosok personal, yang subjeknya memang sudah jelas secara apriori), padahal kemampuan dia untuk menyangkal keberadaanNya, sudah cukup untuk membuktikan keberadaanNya. Karena saya tidak tergantung oleh agama, sudah pasti segala tindakan saya tidak selalu dilandasi oleh perintah-perintah agama, tetapi lebih karena kedekatan saya denganNya. Hal ini juga bukan berarti saya dapat dengan seenaknya berpindah agama. Tentu saja, pilihan terhadap salah satu agama menjadi sangat penting, karena tiap-tiap agama mempunyai cara-cara tersendiri utk mendekatkan saya denganNya. Bukankah tidak mungkin jika saya melangkah pada dua (atau lebih) jalan pada saat yang bersamaan ?? Lalu, mengapa saya memilih Kristen sebagai agama saya ?? Ada beberapa alasan mengapa saya memilih agama ini, antara lain :

1. Kristen adalah agama yang penuh kasih
Ini sudah jelas, agama Kristen sangat menekankan kasih (sesuai prinsip saya). Sebenarnya Budha juga memiliki filosofi
kasih yang nyaris serupa, dan secara keseluruhan sebenarnya saya lebih menyukai ajaran Budha (jika berbicara mengenai
prinsip saya loh).
2. Kristen dapat menggambarkan sosok Dia yang sesuai dengan apa yang telah saya kenali saat ini, yaitu melalui sosok Yesus.
3. Kristen adalah agama orang tua saya
Tidak dapat saya pungkiri, jika ini menjadi salah satu faktor pertimbangan saya. Ini disebabkan oleh sistem birokrasi keagamaan yang masih berbelit-belit serta masalah pertalian darah.

Akhir kata, saya harapkan dengan adanya tulisan saya ini, dapat menjelaskan segala pertanyaan yang ada di benak teman-teman saya, keluarga, ataupun pembaca yang budiman. Sekian. Sapere Aude !

3 Comments

  1. rudolf said,

    NATO No Action Talk Only….

    HIlangkan kegiatan amoral mu itu

    Hanya omong doank… ^ ^

  2. yesalover said,

    anjir..kegiatan amoral apaan?itu yah??xxxxxx?ahhahha, itu bukan bagian dari kepercayaan.Kmu mestinya bisa membedakannya dunkz..

  3. vanSibarani said,

    wah…
    saya pribadi salut dengan cara anda mengekspresikan apa yang anda percaya

    ….
    ya kadang-kadang kita ingin berpuisi untuk apa yang kita percaya
    sesuatu yang indah!

    thanx buat tulisan anda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: