FPI Berulah Lagi, Vandalisme Terulang !

March 29, 2007 at 7:48 am (Berita Nasional)

Pagi ini, kira2 jam10 an, saya kembali mendengar kabar jika telah terjadi kericuhan di Jalan Sudirman Jakarta. Saya kira seh cuma demo seperti biasa, ternyata ini ulah FPI (lagi2). Apa pasal ?? FPI (Front Pembela Islam) yang dibantu oleh FBR (Forum Betawi Rempug (Rempoen ???^_^)) mencoba menghalangi apel deklarasi PAPERNAS (Partai Persatuan Nasional). FPI dan FBR mentengarai Papernas merupakan manifestasi komunisme gelombang kedua.

FPI dan FBR memang sejak pagi sudah mengepung Tugu Proklamasi Jakarta, tempat berlangsungnya acara deklarasi itu. Sepertinya, dua kelompok itu memang jauh2 hari telah menyiapkan pengerahan massa utk memboikot acara tersebut. Massa FPI (mayoritas mengenakan pakaian serba putih dan bersorban) dan massa FBR (menggunakan pakaian hitam2) dengan tegas menyuarakan pembubaran Papernas yang dinilai sama dengan PRD yang merupakan bentuk partai komunis gaya baru. Mereka terus meneriakkan shalawat sembari membawa spanduk bertuliskan, “Katakan Tidak Pada Komunis Gaya Baru”, “tegakkan Pancasila, UUD 1945 dan UU 27/99”. Semenjak pagi pula, Mabes Polri telah mengerahkan ratusan personilnya utk mengamankan acara tersebut, mereka bahkan dilengkapi water canon utk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Walaupun telah dijaga oleh polisi, toh tetap saya aksi anarkis kembali terjadi. Sekitar pukul 11.10, massa FPI mulai bergerak, menyusuri bundaran HI. Setibanya di gedung Landmark, mereka mendapati massa Papernas, langsung saja, massa FPI itu langsung menghujani massa Papernas dengan batu. Massa Papernas yang didominasi oleh kaum Hawa, kontan saja langsung buyar, lari tunggang-langgang menyelamatkan nyawa mereka masing2. Massa FPI semakin beringas. Mereka langsung melempari kaca2 kendaraan yang dipakai oleh massa Papernas. Melihat keberingasan mereka, polisi tak dapat berbuat banyak, walau akhirnya polisi dapat meredakan ketegangan itu. Akhirnya, FPI pun bubar setelah hujan mengguyur kawasan tersebut. Yang pasti, sampai sekarang, peristiwa ini telah menelan 3 korban luka-luka.

Ironis memang, FPI kembali membawa aksi anarkis dan vandalis. Kalau kita lihat, FPI memang selama ini mempunyai track record yang mencekam, antara lain mereka telah berhasil menghancurkan kantor redaksi Playboy pada tanggal 12 April setahun yang lalu. Kalau begini jadinya, jangan salahkan stigma beberapa oknum masyarakat terhadap Islam. Lha wong organisasi yang sarat dengan unsur Islamnya seperti FPI maupun FBR saja terus menerus melakukan aksi teror. Jika memang terbukti Papernas adalah partai komunis gaya baru, mengapa tidak diselesaikan secara hukum saja ?? Padahal,
launching Papernas telah disetujui oleh berbagai tokoh, antara lainWimar Witoelar, Mochammad Sobary, danNursyahbani Katjasungkana. Koq oknum2 seperti FPI itu lebih suka jalur anarkis daripada jalur intelektual, apa mereka sudah kehabisan intelektualitas ???Atau mereka memang telah terbelenggu oleh pasung2 sedemikian rupa sehingga tidak dapat berpikir cerdas dan hanya dapat berpikir keras???

~Broken Hearted~

13 Comments

  1. x2nie said,

    ho ho
    aku enggak tahu apa kaitan FPI dgn Papernas, apa kepentingan FPI terhadap komponen masyarakat NKRI.
    lebih mendukung Gus Dur yg open-mind terhadap pemikiran2 radikal (jangankan komunis, Israel aja di-welcome-in :P) maka ideologi Bhinneka Tunggal Ika sih, silahkan.

    Tapi ttg majalah PlayBoy, kayaknya enggak deh.
    Justru bahan2 “dijual bebas” seperti itulah teror. Jujur aja, tanpa aspek religi, laki2 enggak perlu dikasih stimulus begituan aja bisa terangsang, kok terang2an beredar bebas. ? bagiku, serangan majalah2 spt itulah yg teror. Teror model pengacau gelombang otak yg bisa merontokkan Negara.

    Ideologi komunis, marxis, itukhan untuk kalangan terbatas ? maxud, tidak dijual di warung koran, hanya di perpus atau di rak2 tertentu di toko buku.
    Artinya, hampir bisa dipastikan yg mengakses hanyalah orang2 yg memang tepat membutuhkannya.

    Dennis Witley, menganalisa persepsi behaviorisme sehingga menjadi konsep aktualisasi diri : “Otak tidak bisa membedakan antara yg terjadi berulang-ulang dengan kejadian nyata”
    Sekarang, kalau tiap hari disuguhi “bokep”, apa ada yg heran kalau pelakunya suatu hari “berkeybook” ? Di amrik aja ada batasan jelas kok ttg tatacara “mengedarkan”, lah masak kita “orang timur” enggak bisa lebih santun dalam hal2 sakral seperti seks, bugil, wanita ..

    Ya, klu saya emang pro2 aja ama FPI sejauh saya tahu yg dikerjakannya masih seluas dengan keyakinan/ilmu yg saya tahu.

  2. Agi Prasetiadi said,

    Hmmm… Bagus juga tulisannya Wijen.

    Saya memang cenderung setuju dengan apa yang dikatakan Wijen mengenai bagaimana cara FPI berulah itu memang kekerasan. Saya sendiri, walaupun sebenarnya kadang-kadang setuju dengan apa yang dipikirkan oleh FPI, namun, yang saya sesalkan selama ini, selalu saja dengan kekerasan. Kenapa mereka kok nggak secara lebih intelektual gitu.

    Btw, secara pribadi, jika ada sesuatu yang tidak berkenaan dengan norma-norma yang saya yakini ada (dan mungkin juga dipikirkan oleh semua orang yang memiliki agama), dan itu berhasil ditumbangkan, bisa dipastikan akan bahagia. Dalam contoh yang diambil mas Wijen, dirusaknya kantor Playboy saya rasa, saya merasa cukup puas (tapi saya nggak tahu sama bagaimana dengan pikiran mas Wijen lho, merasa senang atau prihatin), tapi, saya akan merasa lebih puas jika yang melakukannya itu Polisi, bukan FPI. Kenapa? Karena seharusnya, polisilah yang bertugas mengaplikasikan apa yang seharusnya dilakukan, bukan organisasi tertentu.

    Kalau menurut mas Wijen sendiri bagaimana?

  3. teresa said,

    ah….fellow broken hearted…..

    kenapa cara-cara “keras” masih menjadi cara yang dipilih? atas nama apapun, inikah bangsa kita yang ber”budi luhur” ? tanda tanya besar…

  4. Judika said,

    akh.. FPI itu massa bayaran…
    GW ANTI FPI….
    GW PERNAH DI PUKUL SAMA ORANG FPI CUMA GARA-GARA LAGI KELUAR RUMAH TERUS GEROMBOLAN BANDIT BEERJUBAH PUTIH MENGATASNAMAKAN ISLAM ITU MAIN PUKUL AJA..
    LIAT FPI BENTROK SAMA PAPERNAS GW JADI TERTARIK GABUNG KE PAPERNAS.. SOALNYA PASTI PAPERNAS JUGA ANTI FPI….hehe..
    FUCK FPI…
    HIDUP PAPERNAS…
    HIDUP PLAYBOY….
    HIDUP SEMUA YANG JADI MUSUH FPI…

  5. deemonz said,

    kita bole bebas kasi stigma buat orang laen. tapi konskwensinya kita juga bebas dapet stigma dari orang lain.
    seperti mas judika yang liberal ini saya mau kasi : “Go to hell with your “playboy”, kawan!

  6. Bagas Wiraseto said,

    ya begitulah adanya…kalo gw mendingan beli playboy, bawa pulang kerumah, dibaca sambil santai-santai, dari pada ngikutin yang ga bener…maksud gw ikutan FPI yang gak ada juntrungannya…masalah iman, kepercayaan, bla…bla…bla yang ada dilangit itu masalah pribadi…lagian kalo surga isinya sedikit kan enak…ya gak?he he he…gw yakin kita semua masih doyan daging kan? buset aja ha ha ha

  7. Bagas Wiraseto said,

    SETUJU!

    FPI? kacian deh luh

  8. anto said,

    mari sebagai anak bangsa kita saling bisa menghargai perbedaan tanpa adanya kekerasan yang berkedok apapun. masalah moral biar masing2 individu yang dapat belajar dan saling mempelajari baik dan buruk

  9. ANTI FPI said,

    Lagian.. apa sih maksudnya tuh FPI RAZIA PUASA SEGALA….. FPI tuh udah sering bikin masalah… dan parahnya BAWA BAWA NAMA ISLAM DAN ALLAH … SANGAT TIDAK BAIK…!
    ORGANISASI SEPERTI ITU GA ADA BEDANYA SAMA PKI.. BEDANYA PKI DENGAN JANTAN MENGAKUI KALO DIA ADALAH ORGANISASI KOMUNIS.. TAPI FPI PENGECUT…!! MEREKA SAMA SAJA SEPERTI ORGANISASI KOMUNIS YANG PENGECUT… DAN BAWA BAWA NAMA ISLAM SEGALA…!!

    BANTAI FPI.. HAPUSKAN FPI DARI NEGERI INDONESIA TERCINTA..!!!

  10. anti fpi said,

    saya harap kepada pemerintah untuk bertindak tegas, tolong orang2 atau organisasi2 yang mengatasnamakan islam yang selalu membuat onar di indoneisa, yang selalu menggunakan kekerasan segera ditindak tegas, dan proses sesuai dengan hukum yang berlaku di indoneisa. MUI berani ga mengeluarkan fatwa bahwa siapa saja yang melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan islam itu sesat dan menyesatkan

  11. indera keenam said,

    KEPADA YTH:
    DETASEMEN 88

    Telah ada indikasi kelompok teroris Yaitu Bernama
    FPI atau disebut dengan FRONT PEMBELA ISLAM
    Mohon segera diproses menurut hukum.

  12. parto said,

    fpi itu banci beraninya rame2……pemerintah lebih banci lagi ngatasin banci2 itu aja ga berani….kasian Indonesia

  13. Fachri said,

    Bisa gak kita duduk di atas satu tikar, berbincang santai dan saling mendengarkan? FPI maunya apa? PAPERNAS maunya apa? Saya maunya apa? Anda maunya apa?
    Yuk kita saling menghargai keberadaan masing-masing. Indonesia emang mayoritas muslim, tapi bukan negara muslim. Jadi…, menurut saya siapapun boleh hidup di negara ini, bahkan atheis sekalipun.
    Tuhan…, lindungilah kami dari saling membinasakan.
    Amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: