“tuhan” Sebagai Refleksi Patriarkhal

March 7, 2007 at 8:45 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Ini artikel kedua saya yg telah dijanjikan sebelumnya. Pada tulisan ini, penulis ingin berbicara yg ringan2 saja. Pada dasrnya, tulisan ini mengacu pada perenungan penulis yg dilakukan ketika penulis masih berada di Jogja…

Pertanyaan mengenai ketuhanan selalu menjadi wacana yg menarik bg rasio saya. Pernahkah terlintas di benak anda, bahwa yg namanya ‘tuhan’-dalam konteks agama yg ada di Indonesia dan mungkin dalam arti yg dianut oleh kebanykan orang-, itu hampir dapat dipastikan seperti laki2, minimalnya banyk sifat2 yg menyerupai laki2. Adakah di benak anda terlintas gambaran mengenai ‘tuhan’ yg memiliki buah dada, lalu berambut panjang, berfisik layakny wanita, lalu memiliki sifat keibuan, dll?? Saya yakin, masih saja ada yg menyangkal akn hal ini, dan ada beberapa pembaca yg tidak setuju. Memang benar, ‘tuhan’ itu abstrak dan sulit digambarkan, tetapi ‘tuhan’ yg saya maksud adalah ‘tuhan’ yg ada di benak anda, ketika saya mengatakan kata ‘tuhan’. Hampir pasti, ‘tuhan’ yg ada dalam pikiran kita adl ‘tuhan’ yg mirip dgn laki2, berperawakan seperti laki2, kebapakan, macho🙂, bersifat seperti laki2, dll. Jujur saja deh, apakah ada dari kita yg membayangkn sosok ‘tuhan’ sbgi seorg wanita??? Sebenrnya, menurut penulis, ‘tuhan’ lebih cocok dilukiskan sbgi seorang wanita, toh ‘tuhan’ kan bertugas utk membimbing, memberikan kasih yg murni, sejati tanpa mengharapkan imbalan, lha bukankh sifat2 ini lebih banyk dimiliki oleh wanita??? Jadi, kesimpulanny ‘tuhan’ telah dimonopoli oleh kaum adam semata, wah ‘tuhan’ kita saja telah bias gender, aplg ‘anak2nya’??? Sebenrny, ini semua karena kesalahan paradigma kita sendiri yg telah terbentuk semenjak lahir, dan diperkuat oleh dorongan-2 eksternal, yg semakin membuat eksistensi serta kesuperioritasan kaum adam atas kaum hawa menjadi melebar.

Mari kita merenung sebentar, bukankah tokoh sentral dari berbagai agama dan kepercayaan yg ada (kebanyakn), merupakan figure lelaki??? Coba liat, Budha-Sidharta Gautama-, sebgi tokoh sentral agama Budha, merupakn seorg pria, Yesus yg merupakan ‘anak Allah’ juga digambarkan sbg seorg yg memiliki testis dan penis, Muhammad, sbgi pioneer dan founding father-nya agama Islam juga merupakan seorang pria yg juga melakukan seks, Nah, Zeus sbgi bapakny dewa Yunani juga berotot dan tervisualisasikan sebgi seorg pria pula, dan begitu juga dgn dewa2 dari agama Hindu, kebanykan yg ‘jago2’ berasal dari kaum adam… Sebenrnya ini Cuma kebetulan ato ap??? Ini baru tokoh sentralnya aj, belum lagi nabi2 yg ada. Kita lihat saja, kebanykan nabi2 yg terdapat dalam beberapa agama, itu berwujud pria, yg punya testis, penis, punya jenggot, kumis, dan jakun-walaupun wanita juga ada seh yg jadi nabi-. Aneh ya??? Kenapa lagi2 pria ??? Ini baru diliat dari segi kepercayaan, coba klo dah merembet ke aspek2 yg lain, pasti akan jauh lebih parah keadaanny, mungkin klo dibahas, akan menghabiskan beribu-ribu kertas tuhhh. Kenapa pria digambarkan sbg sosok yg unggul dalam berbagai aspek, sedgkan wanita hanya sbgi ‘buntut’ nya lelaki ??? mungkin saya terlalu negative thinking, tetapi ya inilah realitasnya. Penulis khawatir, budaya bias gender memang benar2 telah merasuk dalam setiap sendi2 kehidupan. Budaya patriarki yg kental saja dapat dirasakan di mana2, termasuk agama…

Yah, entar penulis akan membeberkan sedikit mengenai patriarchal dalam konteks yg lebih luas dan –yg pasti- lebih berat, toh lagian ini kan Cuma sekedar hiburan aj, perenungn yg g berat2 amat, tp esensial. Sapere Aude !!!

5 Comments

  1. ashr said,

    gimana sih,, kalo menggeneralisir tentang tuhan dan kelaki-lakiannya, harap lebih jelas dong…

    dalam perbandingan bahwa tuhan–>lelaki tadi, ada satu hal yang amat aneh,,
    jika yang diutarakan adalah kelaki-lakian tuhan, maka perbandingan:
    Buddha–>laki2, Yesus–>laki2, Zeus–> laki2, dewa2 hindu–>laki2, maka memang itu semua menggambarkan tuhan yg diumpamakan lelaki..

    tapi saat dikatakan muhammad–>laki2,, maka apa hubungannya dengan tuhan? bukankah muhammad hanya manusia biasa? dan bukan tuhan? bahkan kelaki-lakian dari seorang muhammad tidak ada hubungannya dengan gender tuhan? karena dalam islam sendiri Allah tidak digambarkan dalam gender, walaupun memang nabi muhammad seorang laki2..

    —>cuma sedikit koreksi Jen,, sebaiknya dipelajari lebih lanjut dulu kalo mo ngomentarin apa yg di luar pengetahuan kita…

    note: walaupun manusai banyak yang mencoba menerka bagaimana bentuk tuhan, manusia tidak akan pernah tahu, selama dia masih terikat dalam logikanya.
    bagimanapun bentuk tuhan menurut manusia, tuhan itu tetap Mahawujud, Mahakuasa atas segala terkaan manusia.

  2. yesalover said,

    @ashr : tapi saat dikatakan muhammad–>laki2,, maka apa hubungannya dengan tuhan? bukankah muhammad hanya manusia biasa? dan bukan tuhan? bahkan kelaki-lakian dari seorang muhammad tidak ada hubungannya dengan gender tuhan? karena dalam islam sendiri Allah tidak digambarkan dalam gender, walaupun memang nabi muhammad seorang laki2..
    Lah Shr, kmu tu bacanya gimana??aq ga pernah nyebut2 klo muhammad tuh tuhan!! aq cuma nyebut dia sebagai founding father Islam aj..Nah, kyknya kmu tuh yg mesti mempelajarin artikel orang sebelum kasih komen.

    Kmu coba baca aj, tentang budha, muhammd, yesus, itu aq singgung di paragraf 2. dan di kalimat awalnya, aq tuis, klo itu semua sbgai cth tokoh sentral agama yg selalu identik dgn laki2. So, itu sebgai prluasan dari topik saya.

    Btw, komenmu itu keliatan bgt(dari nada tulisanmu), klo kmu menilai sesuatu dari sudut pandang agamamu, kmu seakan2 ga terima klo muhammad menjadi suatu konsumsi publik yg kritis, kyknya kmu sensitif klo terjadi sesuatu dengan nabi-mu itu…Shr, liat sesuatu jangan selalu cuma pake 1 kerangka aj….

    Best Regards

  3. ashr said,

    yah, kayanya emang pas ngasi komen lagi agak emosi [lagi ngadepin seorang *jerk* di suatu tempat… yasudahlah…

    mungkin juga lebih banyak sisi ke’laki-laki’an yg ditangkep dari ajaran2 dulu.. tapi ga semuanya seperti itu toh? bukannya dalam setiap ajaran juga ada wanita yg jadi pembanding?
    kaya Zeus yg punya Hera
    Isa yg putranya bunda Maria
    Dewi Kwan Im dalam kepercayaan Buddha [sosok Dewi yg sangat luar biasa welas asih]
    Dewi2 dalam ajaran Hindu [yg ga kalah dipuja dari dewa2nya]

    bahkan Zeus dalam kepercayaan Yunani kuno pun takluk ama Hera kan?? [huahahaha…]

    nih komen yg cukup berkepala dingin…. =P

  4. yesalover said,

    iye2…neh agak mendingan, loh emang pasti ada pembandingnya lah, seperti yin dan yang….selalu berdua dan “harusnya” bersinergi, tp nyatanya, terlihat bgt klo laki2 yg lebih dominan…Are u Agree ??Klo laki2 ga dominan, mestinya si Zeus itu punya buah dada ukuran 36 B, Cup C tuh ^_^ eheheheh

  5. x2nie said,

    BTW, ada banyak aspek lain yg semakin membiaskan makna dari gender.
    Misalnya bahasa.
    * Bahasa Jerman dan bahasa Arab sering menggunakan simbol2 gender dalam penyebutan nama / benda, juga dalam pemilihan kata2.
    * English : She, He. | Indo: dia.

    Dalam bahasa Arab, individu (non gender) hampir selalu dianggap dgn “laki2”
    Sedangkan group/kelompok/jamak nyaris dikategorikan “perempuan”, baik sebagai subject, predikat maupun objek.

    Tuhan, sebagai entitas penguasa alam, sering dikaitkan dgn “kekuasaan”, “menang”, “tak terkalahkan”, “pengendali” … sehingga cocok dgn simbol2 maskulin.

    Anand Khrisna, dlm buku2-nya justru banyak memaknai sifat/nama-nama ketuhanan dengan perspektif feminin, seperti: penyayang, penerima, penyantun, pembagi …
    Feminin, Bahkan untuk nama2 yg selama ini murni dimaknai maskulin:
    “Maha Pemaksa, dan karena pemaksaanNya engkau takkan pernah luput dariNya. Ia Melindungimu dari segala bahaya dengan ucapanNya, dengan perintahNya, dengan laranganNya. PaksaanNya tanpa kecerobohan, sehingga engkau mungkin tak pernah sadar, selalu berada di jalur hukum2 alamNya. Dengan Paksaan dariNya, mentari senantiasa terbit tepat waktu tak tertunda. …. ; …. Ia ibarat ibu yg dgn sigap menghalaumu dari kabel yg terhubung listerik, Ia … ..”

    Bagiku, kontemplasi Anand Khrisna lebih menyiratkan “kengerian” daripada explorasi logika.
    Bayangkan saja berjumpa dengan Osama bin Laden yg kemudian tersenyum kepada mu. Oknum yg terlanjur diidentikkan dgn teror, kekejaman, bengis, mafioso, lalu semudah itu mendadak “berprilaku lembut” ? Ada apakah gerangan?

    Wow!

    BTW, semua makhlukNya pasti ada pembanding yg setara. semua hal memang ada pasangannya.
    bumi|langit, laki|perempuan, kiri|kanan, bumi|bulan, bulan|bintang, bawah|atas, makhluk|Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: