Sofa

March 4, 2007 at 4:45 am (Sastra dan Cinta)

Padanya, ompolku masih berbekas,

Pesing, basah, dan berlendir

Keluar tanpa sadar, liar, dan ganas

Merangkak keluar mereka, membasahi bibir;

Saat hati ini sudah takmungkin lagi mangkir

 

 

 

Padanya pula, semalam kulepaskan

Segenap nafsu dan hasrat binal

Kubiarkan saja mereka berlarian

Menyusuri tepi lembah, mendaki gunung terjal

Telah kulepas belenggu mereka kekal

 

 

 

Padanya, mengalir deras erangan pasrah

Mengombak, dan menyapu semua rumput

Yang mulai tumbuh di padang jembut

Terkoyak mereka akibat darah zinah

Tanpa malu, ditanggalkannya jutaan jubah

Membuatnya telanjang tanpa resah

 

 

 

~Broken Hearted, 2 Maret 2007, 21:29~

~Kepada jembut, berhembus lembut dan tersenyum sinis melihat sang rumput~

4 Comments

  1. bluedee said,

    puisinya binal nih…hehehehehehe…

  2. yesalover said,

    engga2..ini nunjukkin keterbukaan manusia klo lagi di sofa…tp yah emang binal2 dikitlah (heheheheheh)

  3. ashr said,

    binal binal binal binal

    binatang jalangkah hasrat menggelora itu

    jika yang ada hanya tanpa henti tanpa lelah

    memenuhi ranjang karpet kasur dan sofamu

    dinding kamar juga bath tub yang berlumur cairan putih

    kenyal kental bak permen karet di bibirnya

    yang kaukecup penuh nafsu malam lalu

    sebelum perang di atas sofa kau mainkan

    hai orang binal!!

  4. yesalover said,

    hah, ternyata masih banyak orang yg salah tafsir ma puisiq ini..dikiranya aq orang yg binal, yg cuma bisa ngocok di sofa…payah2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: