Sebuah Kata

March 3, 2007 at 10:40 am (Sastra dan Cinta)

Maaf, aku tidak mampu mengeja,

Dengan tepat huruf yang tertera

Aku juga tidak dapat membicarakannya,

Ia terlalu tabu untuk sebuah kata

 

 

 

Maaf, aku lelah untuk mempelajari makna

Yang terselip dalam sebuah nisan bahasa

Aku juga benar-benar putus asa

Menyusun tiap keping hurufnya dalam duka

 

Maaf, takkan pernah lagi kuperdulikan ia

Kuonggokan, kubuang di pojok kamar saja

Toh, akhirnya tak ada gunanya juga

Jika kata itu terus tetap ada

 

 

 

~Broken Hearted, 2 Maret 2007, 20:31~

~Sebuah kata yang memang harus tiada~

1 Comment

  1. ul said,

    berbicara tentang ENTAH adalah lebih enak ari pada membangnya di pojokan yang sangat lebih Entah lagi..tapi bergembira lah karena entah itu sunggu suci dan tauakan segalanya,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: