Perenungan Sederhana (Dari Sudut Pandang Kristianitas)

March 3, 2007 at 10:53 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Aneh bgt,akhir2 ini, ketika saya mulai aktif mengikuti kegiatan PMK dan gereja, tiba2 terbersit pikiran aneh ini. Apa seh yang melatarbelakangi orang2 kristen percaya ma Yesus, mempelajri injil, ato meyakini kristianitas????Setau saya(dan ini yg saya dapat dari banyk kotbah2 pendeta), mestinya mereka berlaku seperti itu adalah karena Ia adalah Tuhan, sehingga kita sebgai ciptaan, seyogianya ‘menghormati’ penciptanya secara tulus… yg buat saya bertanya2 adalah ketika saya melihat ada makhluk2 kecil bernama ego yg merasuk dalam kebanykan pemeluk kristianits. Hm, mungkin banyk yg menyangkal, tp saya yakin, secara implisit, mereka mempelajari dan meyakini kristen kebanykan berdasarkan latarbelakng ego mereka. Mudahnya, sebagai contoh, bukankah bnyk dari kita yg mempelajri agama hanya utk mencari ketenangan batin secara sepihak???jika kita mengenal kristus, itu ya biar damai, sejahtera lahir batin, terberkati hidupnya, dll. Memang sih, tidak salah utk berekspektasi seperti itu, tp yg jadi masalah adalh hal2 itulah yg dijadikan tujuan mereka memeluk agama, nah menurut saya, inilah yg salah.

Klo itu tujuannya, berarti (ditinjau dari segi religiusitas) tuhan cuma sebagai alat, ato bisa dikatakan secara kasar sebgai pembantu utk mencapai tujuan itu, yg tidak lain hasil dari ego manusia. sungguh akan terasa perbedaannya antara tujuan dengan konsekuensi logis yg diterima.Mestinya, kita mencari tuhan, bukan didasarkan oleh hal2 di atas, tetpi lebih kepada hakikat kita sebgai makhluk yg terbatas, yg otomatis akan mencari sesuatu entitas lain yg lebih sempurna dan tidak terbatas (maksdnya tuhn). masalah damai, berkat, dll itu menjadi bukan hal yg primer lagi…tp mengerti dan memahami entitas sempurna tadi lah yg menjadi pokoknya. Bnyk org yang punya masalah lantas berlari, mencari tuhan, yah seolh2 Ia ditempatkan sebagai konsultan psikologi aja, mereka lupa akan tujuan mencari tuhan. Implikasinya dapat ditemui dalam kehidupan sehari2, contohnya : agama sekarang banyk dijadikan pelepasan stres akibt masalah keseharian, ato bahkan agama dijadikan pelarian masalh. Sialnya lagi, doktrin2 keagamaan sering dijadikan tameng kita dalm menghadapi masalah.Klo ada masalah, kita dengan entengnya menjadikan tuhan sebgai pelarian, dengan berkata :”Yah, kan menurut tuhan itu ga baek to???ya udah, lagian tuhan ngomong ke saya utk kirim pesan ini ke kmu, udah ya g usah dibahas lagi”. yang ingin saya tekankan adalah ketika kita dengan mudahnya melakukan sesuatu/tidak melakukan sesuatu berdasrkan ketakutan melanggar titah tuhan, yg akhrinya juga akan meruntuhkan tujuan2 yg salah tadi (damai, sejahtera, dll).Saya ingin tanya kepada teman2,apa yg melandasi kalian memafkan org lain??hm, ada beberapa teman saya yg berkata jika ia memafkan agar ia tenang, damai, biar g diliputi perasaan jengkel yg berujung akan membawa kerugian bagi dia, ato mungkin kalian memafkan org lain hanya sekedar takut berdosa???ahh, hakikat manusia terlalu berharga jika hanya dibatasi oleh pasung2 dosa belaka saja.Klo saya kan menjawab, jika memafkan itu bukanlah karena takut dosa ato biar damai, tp memafkan pada hakiktnya mengakui keberadaan manusia yg memang terbatas, dngn adanya kesalahn yg dilakukan org lain, toh itu menjadi media pengajaran dan media utk mengingatkan kita akan keberadaan manusia yg tidak pernah sempurna (bandingkan nilai koefisien egoisitas yg terkandung pada statement ini dengan alasan yg teman saya utarakan tadi).Jadi, tujuan saya memaafkan bukan utk mendapat damai atau takut akan dosa, tp lebih karena saya manusia yg memang sudah sepantasnya belajr dari kesalahn2 yg org lain perbuat terhadap saya, walaupun resikony terkadang tidak mengenakkan.

Masih mengenai ketidaktepatan tujuan dalm mengenal sang pencipta, saya ingin mengutarakan pengalamn pribadi yg saya alami. Dalam beberapa pelayanan yg saya lakukan, masih bnyk teman2 sekerja yg menganggp pelynan tersebut utk memperoleh berkat dan ketenangan batin belaka, ato utk menjdi sarana melupakan masalah2 yg ada. Hal ini menyebabkan, kecenderungan mereka utk benar2 aktif dalam pelayanan jika mereka sedang ada masalah, katanya seh biar mereka dapat wangsit ketika melakukan pelayanan. Jah, terkadang konsep2 sedrhana inilah yg menjadikan agama serta doktrin2nya sebgai untaian literatur yg hanya sekedar dibaca dan ditaati tanpa tau esensinya.

Sekali lagi hal2 tadi ga salah, tp hanya kurang tepat, ya karena tujuan yang murni itu sendiri udah g sinkron.Dengan tujuan2 yg kurang tepat tadi, Manusia hanya mengenal tuhan utk dijadikan konsultan psikologi aja, tanpa mau tau nilai kebenaran2 yg terkandung dalam proses2nya. Klo gini, saya ga heran tatkala liat banyak orang2 yg aktif di gereja tapi tetep aj melakukan banyk2 perbuatan ‘dosa’ secara ‘lenggang kangkung’, tanpa ‘tedeng aling2’. dan tanpa penyesalan yg diikuti usaha utk memperbaiki pelanggrn itu.

~Broken Hearted~

1 Comment

  1. x2nie said,

    Hi frendz,
    untuk setiap umat pasti ada yg bisa “dijadikan kambinq heetam”
    Kalau kita ke Bali (yg notabene dianggap sbg masyarakat adat yg husyu beragama), disana ada saja warga Bali yg dianggap “kurang Bali” lantaran beberapa aspek yg kurang berkenan oleh kalangan elite nya.
    Di Madura juga, terus jawa, berikut sunda, cina, amrik, eropah ..=all system. !

    Mengutip ucapan AaGym, “… kita ini sedang belajar”

    aku sendiri lebih respect kpd “no body perfect”, no organization perfect, no system perfect.
    dan?
    Seluruh umat itu merugi, kecuali yg 1)beriman, 2)beramal shalih, 3)saling menasehati untuk benar 4)saling berwasiat untuk sabar.

    Ohya, tindakan itu berdasarkan niat.
    kalau berbuat baik untuk (sekedar) “ketenangan bathin” , ya bisa dipredixikan pelakunya akan meninggalkan “perbuatan baik” jika tidak dapat kedamaian.
    Ada yg sekedar “menggugurkan kewajiban”, yaaa! =oknumnya telah (sekedar) menunaikan kewajibannya.

    double buffer, itu memang enggak salah, dan mereka itu memang tepat sesuai niatan masing2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: