Mimpi dan Realitas

February 24, 2007 at 11:29 am (Filsafat dan Gaya Hidup)

Seperti yang saya janjikan, ini artikel pertama saya tentang mimpi. Sebenrnya artikel ini sudah lama sekali saya tulis, dan ada pada blog saya terdahulu. Ok, silakan berfilsafat-ria…..

Apakah teman2 yakin bahwa alam yg selama ini kita lihat, rasakan, alami adalah realitas, bagaimana jika ia hanya mimpi???mungkin cuma omong kosong belaka, atau mungkin kalian masalah memikirkan hal ini karena merasa enjoy dengan ap yg ada???.

Saya malah sering heran, kerapkali saya mempertanyakan hal ini, meragukan segala sesuatu memang ciri khas yg saya miliki, omnibus dubitandum, bukan??Saya terkadang berpikir bahwa mimpi dan realitas mempunyai kekerabatan sangat erat, bahkan ia hnya dipisahkan oleh tirai yg sangat tipis,yg disebut kesadaran, hingga kedua esensi td sulit dibedakan.saya jadi teringat mitologi yunani kuno, ceritanya ada seorg raja yg secara random ingin membuat salah seorg rakyatnya menjadi raja dalam semalam. raja itu akhirnya memlh seorg pengemis yg tidak puna apapun. Ketika pengemis itu tertidur di pinggir jalan,ia dibawa menuju istana oleh pengawal sang raja-of course, ia masih tertidur pulas-. Sesampainya di sana, ia didandani bak seorg raja, karena saking capainya, pengemis itu tidak merasakan ap2, ia masih tertidur pulas. Keesokan harinya, ia bangun dan mendapati segalanya berubah. Ia berada di kamar mewah dalam istana, dengan permaisuri serta pelayan yg cantik, dan hebatnya lagi ia mempunyai otoritas sebagai raja. Memang, pd awalnya ia bingung, tp setlh diyakinkan oleh orng2 istana bahwa ia memang seorg raja sungguhan-bukan pengemis-ia mulai melupakan jatidiri sesungguhnya.Ia berkata pada dirinya sendiri,”hm, pastilah semalam saya bermimpi telah menjadi seorang pengemis. Sungguh mimpi yang mengerikan, beruntung saya bukan pengemis, melainkan seorg raja.”Begitulah, seharian, ia bertingkah bak seorg raja-tentu saja dengn pengawasan dari raja yg sesunggunya.Hingga malam pun tiba, ia kembali tidur. Raja yg asli mentitahkan ajudannya untk segera mengembalikan pengemis td ke asalnya. Dengan perlahan, ajudan raja segera menanggalkan segala aksesoris kerajaan yg dipakai pengemis itu. Ajudan tadi benar2 mengembalikan keadaannya seperti semula, menjadi seorg pengemis kumuh. Mereka pun menaruhnya di tempat semula, di tempat di mana pengemis itu ditemukan. Begitulah, pada keesokan harinya dia bangun dan mendapati dirinya di pinggir jalan dgn pakaian pengemis. Ia menjadi bingung, pada awalanya ia masih mengira sedang bermimpi, tp setelah ia berjalan kesana-kemari, ia mulai yakin bahwa ia seorg pengemis dan semalam ia telah bermimpi menjadi seorang raja…..

~Sebuah artikel lama, tergeletak di sudut sampah intelektual~

Hm, sungguh cerita yg sedikit irasional bukan???Tapi jika kita renungkan, apakah bedanya realitas dan mimpi???klo realitas hanya kemampuan indera untk merasa, itu berarti tak ubahnya impuls2 syaraf belaka, dan hebatnya ia berada dlm alam yg kita sebut realitas. Pernahkah terpikir bahwa mimpi bukan tidak mungkin juga kenyataan, di dalamnya kita dapt merasakan, tentu dgn definisi yg berbeda, kita tidak benar2 ‘merasakannya’ karena kita berada di realitas….Bukankah jika kita sedang ‘bermimpi’, mk kita juga tidak dapt merasakan alam realitas, merasakan impuls2 syaraf itu???Nah, jadi apakh realitas, apakh mimpi itu??ini cuma renungan belaka, tp tidak ada salahnya jika mita mulai merenung dan memperhatikan sekeliling kita. Sapere Aude!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: