“tuhan” Sebagai Refleksi Patriarkhal

February 5, 2007 at 12:29 pm (Filsafat dan Gaya Hidup)

Ini artikel kedua saya yg telah dijanjikan sebelumnya. Pada tulisan ini, penulis ingin berbicara yg ringan2 saja. Pada dasrnya, tulisan ini mengacu pada perenungan penulis yg dilakukan ketika penulis masih berada di Jogja…

            Pertanyaan mengenai ketuhanan selalu menjadi wacana yg menarik bg rasio saya. Pernahkah terlintas di benak anda, bahwa yg namanya ‘tuhan’-dalam konteks agama yg ada di Indonesia dan mungkin dalam arti yg dianut oleh kebanykan orang-, itu hampir dapat dipastikan seperti laki2, minimalnya banyk sifat2 yg menyerupai laki2. Adakah di benak anda terlintas gambaran mengenai ‘tuhan’ yg memiliki buah dada, lalu berambut panjang, berfisik layakny wanita, lalu memiliki sifat keibuan, dll?? Saya yakin, masih saja ada yg menyangkal akn hal ini, dan ada beberapa pembaca yg tidak setuju. Memang benar, ‘tuhan’ itu abstrak dan sulit digambarkan, tetapi ‘tuhan’ yg saya maksud adalah ‘tuhan’ yg ada di benak anda, ketika saya mengatakan kata ‘tuhan’. Hampir pasti, ‘tuhan’ yg ada dalam pikiran kita adl ‘tuhan’ yg mirip dgn laki2, berperawakan seperti laki2, kebapakan, macho J, bersifat seperti laki2, dll. Jujur saja deh, apakah ada dari kita yg membayangkn sosok ‘tuhan’ sbgi seorg wanita??? Sebenrnya, menurut penulis, ‘tuhan’ lebih cocok dilukiskan sbgi seorang wanita, toh ‘tuhan’ kan bertugas utk membimbing, memberikan kasih yg murni, sejati tanpa mengharapkan imbalan, lha bukankh sifat2 ini lebih banyk dimiliki oleh wanita??? Jadi, kesimpulanny ‘tuhan’ telah dimonopoli oleh kaum adam semata, wah ‘tuhan’ kita saja telah bias gender, aplg ‘anak2nya’??? Sebenrny, ini kesalahan paradigma kita sendiri yg telah terbentuk semenjak lahir, dan diperkuat oleh dorongan-2 eksternal, yg semakin membuat eksistensi serta kesuperioritasan kaum adam atas kaum hawa menjadi melebar.

Mari kita merenung sebentar, bukankah tokoh sentral dari berbagai agama dan kepercayaan yg ada (kebanyakn), merupakan figure lelaki??? Coba liat, Budha-Sidharta Gautama-, sebgi tokoh sentral agama Budha, merupakn seorg pria, Yesus yg merupakan ‘anak Allah’ juga digambarkan sbg seorg yg memiliki testis dan penis, Muhammad, sbgi pioneer dan founding father-nya agama Islam juga merupakan seorang pria yg juga melakukan seks, Nah, Zeus sbgi bapakny dewa Yunani juga berotot dan tervisualisasikan sebgi seorg pria pula, dan begitu juga dgn dewa2 dari agama Hindu, kebanykan yg ‘jago2’ berasal dari kaum adam… Sebenrnya ini Cuma kebetulan ato ap??? Ini baru tokoh sentralnya aj, belum lagi nabi2 yg ada. Kita lihat saja, kebanykan nabi2 yg terdapat dalam beberapa agama, itu berwujud pria, yg punya testis, penis, punya jenggot, kumis, dan jakun-walaupun wanita juga ada she yg jadi nabi-. Aneh ya??? Kenapa lagi2 pria ??? Ini baru diliat dari segi kepercayaan, coba klo dah merembet ke aspek2 yg lain, pasti akan jauh lebih parah keadaanny, mungkin klo dibahas, akan menghabiskan beribu-ribu kertas tuhhh. Kenapa pria digambarkan sbg sosok yg unggul dalam berbagai aspek, sedgkan wanita hanya sbgi ‘buntut’ nya lelaki ??? mungkin saya terlalu negative thinking, tetapi ya inilah realitasnya. Penulis khawatir, budaya bias gender memang benar2 telah merasuk dalam setiap sendi2 kehidupan. Budaya patriarki yg kental saja dapat dirasakan di mana2, termasuk agama…Yah, entar penulis akan membeberkan sedikit mengenai patriarchal dalam konteks yg lebih luas dan –yg pasti- lebih berat, toh lagian ini kan Cuma sekedar hiburan aj, perenungn yg g berat2 amat, tp esensial. Sapere Aude !!!

 

  Bandung, 19 September 2006 (11:34 pm)

 

           

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: