Esok (Sajak)

February 5, 2007 at 12:47 pm (Sastra dan Cinta)

Esok, jasadku takkan ada lagi,

terkubur dalam penat yang takterperi

Tapi dalam bulir-bulir kuning kuning padi penuh memori,

kau takkan kubiarkan tenggelam terbawa sepi

 

 

Esok, desah nafasku akan terhenti

terganti oleh kidung gita surgawi

Tapi di sepanjang batang-batang doa suci

kau pasti akan selalu kutemani

 

 

Esok, nyawaku pasti akan kembali,

bersatu dengan aura alam ini

Tapi, saat angin menghembus tuaian padi penuh nurani,

kau akan kukecup mesra dalam tetesan air mata yang berderai

 

 

Esok, ragaku musnah tak dapat berdiri,

terukir syahdu pada pinggiran peti,

Tapi, di sela-sela ladang kenangan yg terbakar api,

kau pasti akan menemukanku; bersembunyi

 

 

Esok, mataku tak mampu menyambut pagi,

tersilaukan oleh terangnya api kremasi

Tapi, selama tetes embun masih tetap terurai,

kau dapat terus yakin jika cintaku tetap abadi

 

~Di atas toilet, diam, sedih, dan termenung~

Bandung

15 Desember 2006, 07:00 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: