Agama Sebagai Neurosis Kolektif ???

February 5, 2007 at 12:24 pm (Filsafat dan Gaya Hidup)

Neurosis yang dimaksud di artikel ini adlh gejala, kelakuan, perasaan yang aneh; tidak sesuai dengan kenyataan yg dihadapi. Contoh kongkritnya, takut tanpa alasan, gelisah sehingga sulit tidur, dll. Nah, klo neurosis kolektif adlh neurosis yg dialami tidak hanya oleh individu melainkan juga oleh banyk orang, yg disebabkan sosialisasi dasar yang dialami dalam masyarakat. Penulis sekedar ingin menyampaikan argumen mengenai dogma2 agama selama ini, tidak terparsialkan oleh salah satu agama. Penulis merasa berTuhan, tetapi terkadang penulis merasa heran akan efek yg ditimbulkan oleh agama yg ada di dunia ini. Artikel ini didasarkan oleh sebagian pemeluk agama yg merasa perlu melakukan segala adat & tetek bengeknya hanya karena takut; takut akan hukuman Tuhan, tanpa mengalami justifikasi rasional. Sebagai gejala sosial dan konsumsi publik, agama memang sangat rentan terhadap neurosis kolektif. Karena pada dasarnya, masyarkt beragama karena ia menjadi besar, dilahirkan dlam masyrkt yg sudah beragama, mempercayai dan menghayati agamany sama sperti ia mempercayai dan menghayati semua unsur lain dalam mainstream2 yang ada dlam masyarkt. Fundamentally, orng beragamamenjalani agamany supaya ia selamat, terbebas dari siksa duniawi; mendapat hidup kekal; mendapat surga yg penuh dengan wanita2 cantik nan seksi yg siap utk melayani hasrat2 seksual manusi2 murahan; memperoleh nirwana yg sejati,-tentu saja dengan asumsi bahwa Tuhan yg menjadi Leadernya bener2 eksis-. Manusia2 beragama menyikapi dorongan dan dan keinginan2 yg dirasakanny bukan berdasarkan pertimbangan2 logis, melainkan karena ‘dilarang Tuhan’. Mari kita ambil contoh, sebagian besar dari kita pasti setuju jika membunuh itu tdk diperbolehkan oleh agama manapun, tetapi mengapa kita tidak boleh membunuh???Tentu saja, alasan yg dimaksud di sini, bukan hanya karena nyawa adalah pemberian Tuhan, jadi manusia tdk boleh mengambilny. Ini alasan yg tidak logis dan sepihak, hny didasrkan asumsi2 religius, tetapi apa to alasan kita utk tidak membunuh???karena manusia punya perasaan???Mungkin ada bebrp yg telah menemukan alasan logisny, tetapi saya yakin masih bgnyk yg menyebutkan alasan yg pertama; dilihat dari segi religiusitas. Nah, yg lebih sensitif lagi, jika mengenai maslah2 tata cara masing2 agama, dari masalh peribadatan, pergaulan dgn lawan jenis, hingga masalah pakaian….Yah, alasannya banyk seh,karena tata cara gereja lah, bukan muhrimny, sesuai dengan alkitab/alquran, pokoknya gitu dehhh….Nah, pointnya adalah kita sebagai umat beragama sangat jarang mempertanyakan hal2 tadi secara kritis, logis, dan bertanggungjwab. Masih ada tembok2 pembatas dan pasung2 yg masih membelenggu pikiran kita utk mengembara, bertanya, dan mengkritisi. Jadi, Tuhan yg ada seakan2 menjadi ‘ayah-super’ yg sekaligus dicintai dan ditakuti. Dengan demikian, konflik antara keinginan2 spontan dan tuntutan realitas tidak dikelola secara terbuka dan rasional, melainkan scara irasional belaka. Nah, yg khas dbagi neurosis dalam beragama adalah perasaan takut berlebihan apabila ‘hukum Tuhan’ dilanggar. Org beragama selalu takut jika ia berdosa, lalu masuk neraka (at least utk sebgn pemeluk agama, coz penulis sendiri g pernah mikir dosa :p ). Mereka jadi lebih bertendensi utk terlalu fokus pada ritual2 agama yg teramat detail, mengenai absah atau tidak absahnya segala sesuatu dgn parameter2 (ritual) agamanya. Kebanyakn, orang beragama telah disorientasi, mereka tidak mampu menikmati sesuatu tanpa takut berdosa. Dengan demikian, agama menggagalkan kemungkinan manusia utk mencapai tingkat kebahagian dan pengembangan diri-pikiran yg sebenrnya.

Nah, bagi anda2 yg beragama, artikel ini hendaknya menjd cermin akan esensi beragama kita dan kesadaran mengenai keberadaaan Tuhan. Apakh kita telah menjadi neurosis2 kolektif???ataukah kita masih berpikir secara wajar, waras, normal tanpa terpatok pada dogma2 tertentu ????

Vale !!!!

Bandung, 9 September 2006 (17:14 WIB)

~ The Broken Hearted ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: