Puisi Kesendirian

February 6, 2007 at 4:35 am (Sastra dan Cinta)

Dan akhirnya jiwa ini kembali ke hutan,
menyisakan seuntai dongengan.
Tiba-tiba ku hidup kembali,
di tengah gelapnya relung hati yang masih sepi.
~Broken Hearted, 15 Desember 2006, 07:03 AM~

Tergolek lemas di ranjang penuh duri,
Mengabur bersama luka yang menusuk sepi.
Jasad itu menyiratkan sesuatu,
Mungkinkah, sudah mati aku ??

~Broken Hearted, 15 Desember 2006, 07:05 AM~

About these ads

9 Comments

  1. mey said,

    memang kadang kesendirian membuat seorang seolah mati secara perlahan.

  2. CAH_@ndong said,

    Kesendirianpun memiliki arti yang tidak sedikit bila kita Syukuri…

  3. fajar said,

    kesendirian tak akan pernah lari dalam diri kita……

  4. Ahmad said,

    Kesendirian memang menyakitkan,, tapi kita harus tetap tegar…. OK..!

  5. devil agoe$ said,

    sakit’ y di biarkan sendiri tanpa kekasih, tanpa teman, tanpa siapapun untuk menemani.

    tidak ada orang yg bisa mengerti tentang apa yg q rasakan.

    tidak akan ada orang yg menghibur saat q sedih.

    sendiri adalah hal yg paling menyedihkan yg pernah ku alami seumur hidup ku…

  6. kacuping said,

    katayang di bumbui itu emang enak di dengar apalagi kalau dengan rasa yang mengerti

  7. pake_y said,

    gua pernah mengalaminya ……..
    tapi sendiri itu kadang2 mudah didatangi inspirasi …..

    kapan2 maen ke blog gw yah …..
    ^_^

  8. nda said,

    emmm
    masa siih……….

  9. nda said,

    m

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: